Diposting Minggu, 26 Juni 2011 jam 12:57 pm oleh Evy Siscawati

Ilmuan Mengatasi Kesalahan Sinyal Genetik untuk pertama kalinya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 26 Juni 2011 -


 

Kode genetik adalah seperangkat perintah dalam gen yang menyuruh sel membuat protein tertentu. Pusat dari proses produksi protein tubuh adalah RNA duta, atau mRNA, yang mengambil instruksi ini dari DNA dan mengarahkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk membangun sebuah protein. Untuk pertama kalinya, para peneliti secara buatan memodifikasi RNA duta, dan dengan ini mengubah instruksi aslinya untuk menciptakan protein. Hasil akhirnya: protein yang berbeda dari yang aslinya dipanggil.

Produksi protein bukanlah proses sempurna – jauh dari sempurna malah. Mutasi atau kesalahan sering terjadi di DNA dan RNA duta yang menghasilkan protein buruk yang berpotensi penyakit. Dalam studi ini, para peneliti berfokus pada tipe khusus mutasi yang terjadi ketika sebuah molekul mRNA mengandung sinyal “stop” premature, yang disebut kodon stop premature. Sebuah kodon stop premature memerintahkan sel berhenti membaca instruksi genetik di pertengahan proses, menghasilkan pembentukan protein yang lebih pendek dan tidak lengkap.

Para peneliti mampu mengubah mRNA sedemikian hingga ia mengubah sinyal stop menjadi sinyal go. Hasilnya, sel mampu membaca instruksi genetic keseluruhan dan membentuk protein panjang yang normal. Tim membuat hasil ini baik secara in vitro maupun dalam sel ragi hidup.

“Penelitian sebelumnya telah memberi cara lain untuk memodifikasi kode genetik, namun yang unik dalam metode kami adalah ia ada pada level RNA dan spesifik lokasi. Kita dapat mengekspresikan RNA pemandu buatan dalam sel dan mengarahkannya untuk membuat modifikasi di satu lokasi dan hanya pada lokasi itu,” kata Yi-Tao Yu, peneliti perdana.

Mengubah RNA duta dengan cara ini mungkin merupakan mekanisme lain yang dipakai sel manusia untuk menciptakan berbagai tipe protein. Dengan kompleksitas kita, manusia anehnya hanya memiliki sedikit gen. Sementara mayoritas gen manusia menyandikan lebih dari satu protein, modifikasi mRNA mungkin cara yang tidak disadari mampu dilakukan manusia.

Studi ini didanai oleh National Institute of General Medical Sciences di National Institutes of Health.

Sumber berita:

University of Rochester Medical Center.

Referensi jurnal :

John Karijolich, Yi-Tao Yu. Converting nonsense codons into sense codons by targeted pseudouridylation. Nature, 2011; 474 (7351): 395 DOI: 10.1038/nature10165

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.