Diposting Rabu, 22 Juni 2011 jam 10:36 am oleh Gun HS

Tehnik Kerajinan Batu Mengembangkan Otak Manusia 80.000 Tahun yang Lalu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 22 Juni 2011 -


Berdasarkan temuan terbaru dari para arkeolog di Universitas Lund menunjukkan bahwa pembuatan ujung tombak batu memberi kontribusi bagi pengembangan cara-cara baru dalam pemikiran dan perilaku manusia. Teknologi kerajinan batu ini membutuhkan waktu lama untuk memperoleh hasil, menuntut perencanaan langkah demi langkah dan peningkatan interaksi sosial dari generasi ke generasi. Hal ini menyebabkan otak manusia mengembangkan kemampuan baru.

200.000 tahun yang lalu, kelompok-kelompok kecil pengembara di seluruh Afrika secara anatomis memang tampak mirip manusia masa kini, namun tidak berpikir seperti yang kita lakukan saat ini. Studi fosil dan tingkat mutasi pada DNA menunjukkan bahwa spesies manusia – Homo sapiens - telah ada selama 200.000 tahun.

Namun penelitian arkeologi tahun lalu telah menunjukkan bahwa, meskipun jejak manusia modern yang paling purba adalah 200.000 tahun, namun perkembangan perilaku kognitif modern mungkin jauh lebih muda. Selama sekitar 100.000 tahun, terdapat manusia yang tampak seperti kita, namun secara kognitif dan sosial sangat berbeda dari kita.

Gua kecil di Afrika Selatan tempat penggalian dilakukan. (Kredit: Universitas Lund)

Dalam edisi Journal of Human Evolution, para peneliti di Universitas Lund di Swedia menyajikan temuan baru manusia modern awal di kawasan yang sekarang adalah Afrika Selatan, sekitar 80.000 tahun yang lalu. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu menggunakan teknologi canggih untuk produksi ujung tombak dan bahwa prosesnya yang rumit kemungkinan mengembangkan kerja memori dan kehidupan sosial manusia.

“Saat berlalu dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari orang dewasa ke anak-anak, teknologi itu menjadi bagian dari proses belajar budaya yang menciptakan masyarakat sosial yang lebih maju dari sebelumnya. Hal ini mempengaruhi perkembangan otak manusia dan kemampuan kognitif,” kata Anders Högberg, PhD.

Teknologi ini menyebabkan meningkatnya interaksi sosial di dalam dan lintas generasi. Hal ini terjadi karena kerajinan ujung tombak batu membutuhkan waktu lama untuk dipelajari dan membutuhkan banyak pengetahuan, baik teoritis dan praktis. Memproduksi ujung tombak batu juga menuntut kemampuan perencanaan dalam beberapa tahap. Pembelajaran sosial ini memberi kontribusi bagi perkembangan kemampuan kognitif manusia modern awal untuk selanjutnya mengekspresikan pemikiran simbolisme dan abstrak melalui budaya material mereka, misalnya dalam bentuk benda yang dihiasi.

“Penggaliannya dilakukan di sebuah gua kecil; lokasi yang telah kami pelajari bernama Hollow Rock Shelter, terletak 250 km sebelah utara Cape Town. Kami bekerja sama dengan Universitas Cape Town dan penelitian yang baru saja kami publikasikan ini merupakan bagian dari sebuah proyek riset yang lebih besar di dalam lokasi tersebut,” kata Profesor Lars Larsson.

Kredit: Universitas Lund
Jurnal: Anders Högberg, Lars Larsson. Lithic technology and behavioural modernity: New results from the Still Bay site, Hollow Rock Shelter, Western Cape Province, South Africa. Journal of Human Evolution, 2011; DOI: 10.1016/j.jhevol.2011.02.006

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.