Diposting Rabu, 22 Juni 2011 jam 4:59 pm oleh Evy Siscawati

Perkembangan Syaraf

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 22 Juni 2011 -


 

Secara alamiah, pada saat perkembangan janin, ektoderma mengalami spesifikasi menjadi epidermis (kulit) dan lempeng syaraf. Secara buatan, bibir blastopori yang ditransplantasi dapat mengubah ektoderma menjadi jaringan syaraf dan memiliki efek induktif. Induktor syaraf adalah molekul yang dapat menginduksi ekspresi gen syaraf dalam ektoderma tanpa menginduksi gen di mesoderma pula. Induksi sel syaraf sering dipelajari dalam janin Xenopus karena ia memiliki pola tubuh yang sederhana dan ada penanda yang baik untuk membedakan jaringan syaraf dan non syaraf. Contoh induktor syaraf adalah molekul Noggin dan Chordin.

Vesikel optikal (yang akan menjadi syaraf optik, retina, dan iris) terbentuk pada lempeng basal prosencephalon. Lempeng alar prosencephalon mengembang untuk membentuk hemisfer otak (telencephalon) sementara lempeng basalnya menjadi diencephalon. Pada akhirnya, vesikel optik tumbuh membentuk pertumbuhan optik.

Sel pendahulu sel syaraf berkembang luas dalam zona ventrikular di neokorteks yang berkembang. Sel postmitotik pertama bermigrasi membentuk pralempeng yang ditakdirkan menjadi sel-sel Cajal-Retzius dan sel syaraf sublempeng. Sel-sel ini melakukannya lewat translokasi somal. Sel syaraf bermigrasi dengan mode pergerakan ini bersifat bipolar dan menempelkan ujung depan prosesnya pada pia. Soma kemudian terkirim ke permukaan pial lewat nukleokinesis, sebuah proses dimana sangkar mikrotubula di sekitar nukleus meninggi dan merentang sesuai dengan sentrosoma untuk memandu nukleus ke tujuan akhirnya. Glia radial, yang serabutnya berfungsi sebagai pelipat sel-sel yang bermigrasi, dapat membelah sendiri atau berpindah ke lempeng kortikal dan berdiferensiasi menjadi astrosit atau sel syaraf. Translokasi somal dapat terjadi setiap saat dalam perkembangan.

 

Skema Perkembangan Syaraf Manusia

Dalam sinapsis yang dewasa, tiap serabut otot diisi dengan satu sel syaraf motorik. Walau begitu, saat perkembangan banyak serabut dipenuhi oleh banyak akson. Lichtman dan koleganya mempelajari proses eliminasi sinapsis. Ini adalah peristiwa tergantung aktivitas. Pemblokiran parsial reseptor membawa pada retraksi terminal prasinaptik yang sesuai.

Neuroligin dan SynCAM adalah sinyal sinaptogenik: Sudhof, Serafini, Scheiffele dan kawan-kawan telah menunjukkan kalau neuroligin dan SynCAM dapat bertindak sebagai faktor yang akan menginduksi diferensiasi prasinaptik. Neuroligin terkonsentrasi pada lokasi postsinaptik dan bertindak lewat neureksin yang terkonsentrasi di akson prasinaptik. SynCAM adalah molekul adhesi sel yang ada dalam selaput pra dan post sinaptik.

Sumber

Wikipedia. Neural Development.

Referensi lanjut

  1. Miyata T, Kawaguchi A, Okano H, Ogawa M (September 2001). “Asymmetric inheritance of radial glial fibers by cortical neurons”. Neuron 31 (5): 727–41
  2. Nadarajah B, Brunstrom J, Grutzendler J, Wong R, Pearlman A (2001). “Two modes of radial migration in early development of the cerebral cortex”. Nat Neurosci 4 (2): 143–50.
  3. Samuels B, Tsai L (2004). “Nucleokinesis illuminated”. Nat Neurosci 7 (11): 1169–70.
  4. Tamamaki N, Nakamura K, Okamoto K, Kaneko T (September 2001). “Radial glia is a progenitor of neocortical neurons in the developing cerebral cortex”. Neurosci. Res. 41 (1): 51–60.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.