Diposting Senin, 20 Juni 2011 jam 2:08 pm oleh Evy Siscawati

Gangguan Bipolar Anak: ada atau tidak?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 20 Juni 2011 -


 

Masalahnya, wabah ini tidak nyata. “Bipolar muncul dari masa remaja akhir,” kata Ian Goodyer, profesor jurusan psikiatri Universitas Cambridge yang mempelajari anak dan depresi remaja. “Sangat kecil sekali kemungkinan kalau anda menemukannya pada anak usia 7 tahun.”

Bagaimana kesalahan diagnosis ini terjadi? Bagaimana ia berawal? Ini adalah pertanyaan yang dibahas dalam buku The Psychopath Test, karya Jon Runson mengenai sudut aneh industri kejiwaan.

Semua bermula dari DSM. DSMDiagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders adalah daftar semua penyakit mental yang dikenali secara resmi dan gejalanya. Pada awalnya ia hanya sebuah buku kecil yang mencerminkan pola pikir Freud yang dominan di tahun 1960. Ia hanya punya beberapa halaman dan sedikit pembaca.

Apa yang tidak diketahui orang adalah Spitzer, sang pengarang, punya rencana untuk menghapus semua penilaian manusia dari psikiatri. Ia akan menciptakan sebuah DSM yang akan berisi checklist. Setiap psikiater dapat mengambil manual ini, dan jika gejala pasien cocok dengan checklist tertentu untuk gejala tertentu, maka itulah diagnosisnya.

Selama enam tahun Spitzer melakukan rapat editorial di Columbia. Psikiater akan menyebutkan sebuah gangguan mental jenis baru dan checklistnya. Akan ada penyakit baru dimasukkan. Bila Spitzer setuju dengan diagnosis baru tersebut, yang ternyata memang selalu setuju, ia akan segera menulisnya.

Penerus Spitzer, Allen Frances, melanjutkan tradisi penumpukan gangguan mental baru ini, dengan checklistnya sendiri, menjadi berkali lipat. DSM-IV yang dibuatnya terdiri dari 886 halaman dengan 32 gangguan mental baru.

Sekarang Frances merasa kalau ia membuat beberapa kesalahan besar. “Diagnosis psikiatrik semakin mendekati batas-batas kenormalan,” katanya.

“Ada tekanan masyarakat untuk keseragaman dalam berbagai cara,” tambahnya. “Ada lebih sedikit toleransi atas perbedaan. Mungkin bagi sebagian orang yang memiliki label dapat menciptakan sebuah harapan – sebelumnya saya tertawa namun sekarang saya dapat membahasnya dengan penderitanya di internet.”

Frances menyebut salah satu contoh kesalahannya adalah gangguan bipolar anak-anak. “Anak-anak dengan gangguan temperamen ekstrim disebut bipolar,” katanya. “Bipolar anak-anak mengambil rasa bersalah dari orang tua yang mungkin menciptakan anak tipe pembangkang ini.”

“Jadi apakah diagnosisnya bagus?”

“Tidak,” kata Frances. “Dan ada alasan yang sangat baik mengapa tidak.” Kepedulian utamanya adalah anak yang perilakunya hanya sesuai sedikit dengan checklist bipolar harus dirawat dengan obat antipsikotik, yang dapat berhasil menenangkannya, bahkan bila diagnosisnya salah. Obat ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan dan bahkan bisa berbahaya.

Bryna Hebert penulis buku anak My Bipolar, Roller Coaster, Feelings Book yakin kalau anaknya bipolar. Psikiater anak David Sheffer juga mengatakan “anak ini dapat sangat membangkang, ia bisa mengambil bertahun-tahun kehidupan anda yang seharusnya bahagia. Namun mereka bukan bipolar.”

“Gangguan kurang perhatian (ADD)?” katanya. “Seringkali anak ADD membuat anda berpikir : mereka seperti orang dewasa manic.” Namun mereka tidak tumbuh menjadi orang manic. Dan orang manic juga waktu kecilnya bukan penderita ADD. Namun mereka diberi label bipolar.

“Itu label besar yang harus melekat pada anda seumur hidup anda. Anda diberi tahu kalau anda memiliki kondisi yang akan membuat anda rentan pada depresi dan bunuh diri.”

Sumber

New Scientist, Juni 2011.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.