Diposting Senin, 20 Juni 2011 jam 2:05 pm oleh Evy Siscawati

Berbagi Tugas Merawat Anak dapat Meningkatkan Konflik Orang Tua

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 20 Juni 2011 -


 

“Anda jelas memperoleh hubungan pengasuhan bersama yang solid tanpa harus berbagi tanggung jawab pengasuhan sama besarnya.” Schoppe-Sullivan melakukan studi bersama Rongfang Jia, seorang mahasiswa pasca sarjana dari Ohio State. Studi mereka tampil pada jurnal Developmental Psychology bulan Januari 2011. Studi ini dirancang untuk menguji bagaimana keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak mempengaruhi hubungan pengasuhan bersama pasangan – bagaimana orang tua berinteraksi sambil mengasuh anak mereka.

Studi diawali dengan 112 pasangan dari AS bagian tengah, sebagian besar menikah, dan semua memiliki anak berusia 4 tahun. Pada awal studi, ayah dan ibu mengisi kuesioner yang bertanya seberapa sering mereka terlibat dalam aktivitas bermain dengan anak mereka (seperti menggendong di punggung) dan seberapa sering mereka terlibat dalam aktivitas perawatan (seperti memandikan anak). Para peneliti lalu mengamati pasangan ini selama 20 menit saat mereka membantu anak mereka menyelesaikan dua tugas: menggambar keluarga bersama dan membangun rumah dari lego. Setahun kemudian, para pasangan kembali ke lab dan berpartisipasi dalam aktivitas yang sama dengan anak mereka.

Hasilnya menunjukkan kalau secara umum, ketika ayah menunjukkan kalau mereka berperan lebih sedikit dengan anak saat awal studi, pasangan menunjukkan pengasuhan bersama yang lebih suportif setahun kemudian. Namun ketika ayah lebih banyak terlibat, pasangan menunjukkan tingkat pengasuhan bersama yang lebih rendah setahun kemudian.

Hasil studi ini sesuai dengan penelitian lain oleh Schoppe-Sullivan yang menemukan kalau ibu dapat bertindak sebagai “penjaga gerbang,” baik merawat maupun mengatur seberapa besar keterlibatan ayah pada anaknya. Walaupun keterlibatan ayah pada pengasuhan anak telah meningkat dalam beberapa dekade belakangan, ibu masih melakukan lebih banyak pengasuhan, bahkan saat mereka bekerja penuh waktu. Banyak ibu masih merasa mereka bertanggung jawab mengasuh anak.”Ada ambivalensi dari ibu dalam mengizinkan ayah berpartisipasi dalam pengasuhan anak sehari-hari,” kata beliau. “Namun ayah dapat ambivalen pula, dan dapat tidak senang harus menanggung lebih banyak pengasuhan anak. Ini menyebabkan pengasuhan bersama yang tidak suportif.”

Bahkan bila kedua orang tua ingin ayah memberi lebih banyak waktunya, cukup sulit membagi tanggung jawab tanpa adanya perselisihan. “Bila ibu semata bertanggung jawab atas pengasuhan anak, ia dapat menentukan bagaimana itu dilakukan. Namun bila ia harus membaginya dengan sang suami, ada kesempatan konflik lebih besar mengenai bagaimana tugas harus dilakukan,” kata beliau. Secara keseluruhan, Schoppe-Sullivan mengatakan hasilnya menunjukkan kalau tiap pasangan harus memutuskan sendiri cara mana yang terbaik saat mengasuh anak mereka.

“Ada lebih dari satu jalan pada hubungan pengasuhan bersama yang efektif,” kata beliau. “Pengasuhan bersama yang efektif tidak mesti sinonim dengan berbagi tugas pengasuhan sama besar.” Studi ini didukung oleh Lembaga Kesehatan Anak dan Perkembangan Manusia Nasional.

Sumber berita :

Ohio State University.

Referensi jurnal :

Rongfang Jia, Sarah J. Schoppe-Sullivan. Relations between coparenting and father involvement in families with preschool-age children.. Developmental Psychology, 2011; 47 (1): 106 DOI: 10.1037/a0020802

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.