Diposting Sabtu, 18 Juni 2011 jam 5:24 pm oleh Evy Siscawati

Tim Kedua Tidak Melihat Sinyal Misterius Tevatron

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 18 Juni 2011 -


 

Minggu lalu, bukti adanya sinyal, atau “tonjolan” dalam data, terlihat lebih aneh lagi. Tim CDF melaporkan kalau ia telah menganalisa datanya dua kali semenjak ditemukannya sinyal aneh tersebut bulan April dan tetap saja menemukan adanya tonjolan.

Namun kini, sebuah tim lain melakukan analisis independen pada data Tevatron dan tidak menemukan tanda-tanda tonjolan. Ia menggunakan data yang sama seperti yang dilaporkan CDF bulan April, namun data ini dikumpulkan oleh detektor berbeda pada penumbuk bernama DZero.

“Tidak, tidak ada apa-apa, maaf,” kata Dmitri Denisov, juru bicara DZero.

Hari ini (10 Juni 2011), mereka melaporkan kalau analisis mereka tidak menunjukkan adanya tonjolan. “Kami pada dasarnya menganalisis dengan level keyakinan 95 persen,” kata Denisov pada New Scientist. Hasilnya menunjukkan “kesesuaian yang baik dengan model standar.”

“Sekarang pertanyaan yang paling menariknya tentu saja mengapa ada perbedaan seperti ini?” katanya.

Fakta kalau detektor yang digunakan berbeda seharusnya tidak bermasalah, kata beliau. “Akan sangat membingungkan bila ini proses fisika yang seharusnya ada di alam, dan satu eksperimen melihatnya sementara eksperimen lain tidak,” kata beliau. “Proton dan antiproton tidak tahu ke detektor mana ia bertumbukan.”

Masalah Model?

Beliau tidak tahu apa penyebab perbedaan ini namun menduga kalau itu karena perbedaan model yang digunakan tim untuk menjelaskan data. Studi melihat seberapa sering tumbukan antara proton dan antiproton menghasilkan sebuah boson W, yang mengirimkan gaya nuklir lemah, dan sepasang jet partikel sub atom yang disebut quark.

Tim CDF menemukan kelimpahan tak terduga peristiwa ini – sebuah boson W dan sepasang jet – dimana massa pasangan jet ini sekitar 145 gigaelectronvolts, menyarankan kalau sebuah partkel baru dengan massa yang sama tercipta. Namun peristiwa lain melibatkan kombinasi partikel berbeda dapat meniru sinyal sebuah boson W dan sepasang jet. Bila tim CDF salah memodelkan jumlah sinyal latar belakang tersebut, mungkin saja bila ada tonjolan dalam data, kata Denisov.

Rob Roser, juru bicara CDF, mengakui kalau “bisa jadi memang masalah model.” Roser mengatakan kalau tim CDF hanya menganalisis 70 persen data yang diharapkan terkumpul bulan September dan akan terus meneliti datanya untuk melihat tonjolan memang muncul dalam keseluruhan set data. Namun Denisov mengatakan DZero puas dengan analisis yang telah mereka lakukan. “Kami tidak berencana meneruskan analisis dengan ketelitian yang sama seperti yang kami lakukan dua bulan terakhir ini,” kata beliau. “Kami berkonsentrasi pada banyak hal lain.”

Sahabat yang Bersaing

Sebuah tim ketiga, tersusun dari anggota kedua eksperimen, bersama teoritikus Fermilab, Estia Eichten dan Keith Ellis, akan mencoba memeriksa masalah ketidak sesuaian ini, proses yang butuh waktu berbulan-bulan, kata Roser.

Bahkan jika penyelidikan tim ketiga tidak menghasilkan apapun, baik Denisov dan Roser mengatakan kalau Large Hadron Collider di CERN pada akhirnya akan mengumpulkan cukup data untuk menyelesaikan pertanyaan apakah ada tonjolan pada 145 GeV.

Mereka bertentangan mengenai kapan ini akan terjadi. LHC menumbuk partikel-partikel pada energi lebih tinggi dari Tevatron, yang menghasilkan lebih banyak serpihan dimana partikel baru bisa saja ada disitu. Hal ini membuat Denisov memperkirakan bukti pertama tonjolan akan ada dalam beberapa bulan ke depan.

Roser menunjukkan kalau LHC menumbukkan proton bersama-sama bukannya antara proton dengan antiproton, seperti di Tevatron. Itu artinya bahkan bila ia juga menghasilkan beberapa tumbukan antara quark dan antiquark – yang penting dalam mereproduksi tonjolan – ia menghasilkan jumlah lebih sedikit daripada Tevatron. Jadi Roser memperkirakan perlu setahun bagi LHC untuk membuatnya.

Jadi ada dua tim berdebat hingga saat itu tiba? “Sekarang memang sedikit tegang dalam beberapa hari terakhir,” kata Denisov sambil tertawa. “Namun itu perdebatan antar teman. Itu bukan seperti kompetisi antara dua tim olahraga.”

“Saya rasa ini akan menarik,” kata Roser. “Inilah sains yang sedang berkembang.”

Sumber

New Scientist, 10 Juni 2011

Referensi Jurnal

DZero paper (pdf)

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.