Diposting Sabtu, 18 Juni 2011 jam 5:03 pm oleh Evy Siscawati

Gaya Menulis Berita bukan Penyebab Penurunan Pembaca Koran

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 18 Juni 2011 -


 

“Kami menemukan kalau wanita sama terlibatnya baik dalam berita ‘piramida terbalik’ dan ‘naratif kronologis’, sehingga pasti ada penyebab lain atas penurunan pembaca wanita,” kata Miglena Sternadori, mantan mahasiswa doktoral di Sekolah Jurnalisme Missouri. “Sebagai contoh, wanita dapat tidak tertarik dalam berita kejahatan dan negatif yang cenderung mengisi surat kabar.”

Gaya piramida terbalik melibatkan peletakkan fakta yang paling penting dari berita pada puncak dan melanjutkan dengan tiap fakta berdasarkan urutan kepentingannya. Gaya naratif bersifat kronologis dan berfokus pada penceritaan daripada pendaftaran fakta. Sebagian besar koran memilih gaya piramida terbalik ketika menulis berita.

Sternadori, yang juga asisten profesor Universitas Dakota Selatan, bersama dengan Kevin Wise, asisten profesor komunikasi strategis di Sekolah Jurnalisme Missouri, membandingkan reaksi partisipan saat membaca berita bergaya piramida terbalik dan berita naratif kronologis. Sternadori memberi tiap partisipan dua berita piramida terbalik dan dua berita naratif kronologis, kemudian melakukan tes saat dan setelah partisipan membaca berita.

Sternadori mengumpulkan data waktu reaksi tugas sekunder (STRT), yang menunjukkan seberapa cepat partisipan merespon pada stimuli sekunder, seperti suara berkedip, saat membaca berita. Sternadori mengamati kalau pria merespon lebih cepat ketika membaca berita gaya piramida terbalik. Walau begitu, waktu reaksi pria melambat ketika membaca berita naratif kronologis. Beliau mengatakan kalau salah satu penafsirannya adalah mereka lebih terlibat dalam berita naratif, namun hasil yang sama juga bermakna kalau pria lebih mudah membaca berita piramida terbalik dan merespon lebih cepat pada stimuli sekunder.

Sternadori menemukan kalau waktu reaksi keseluruhan wanita lebih lambat dari pria, namun sangat sama, tidak melihat gaya berita yang dibaca partisipan wanita. Ia percaya kalau hasil ini menunjukkan kalau wanita terlibat dalam berita apapun saat membaca tidak peduli gaya apa.

Sumber berita:

University of Missouri-Columbia.

Referensi jurnal :

Kevin Wise, Miglena M. Sternadori. Men and Women Read News Differently. Journal of Media Psychology: Theories, Methods, and Applications, 2010; 22 (1): 14 DOI: 10.1027/1864-1105/a000003

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.