Meteorit Menyimpan Petunjuk Kimia Organik Bumi Purba
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Rabu, 15 Juni 2011 - Penelitian terbaru menunjukkan kalau sebagian besar variasi bahan organik yang ditemukan dalam chondrite karbon berbagai meteorit terjadi akibat aktivitas hidrotermal yang terjadi dalam beberapa juta tahun pembentukan tata surya, ketika meteorit-meteorit ini masih bagian dari badan induk yang lebih besar, seperti asteroid.
Bahan organik yang ditemukan dalam chondrite karbon memiliki banyak karakteristik yang sama dengan materi organik yang ditemukan dalam sampel primitif lainnya, termasuk partikel debu antar planet, komet 81P/Wild-2, dan meteorit mikro Antartika. Diduga oleh sebagian ilmuan kalau kesamaan ini menunjukkan kalau bahan organik di tata surya sebagian besar berasal dari satu sumber utama, kemungkinan medium antar bintang.
Pengujian hipotesis sumber umum berakar dari syaratnya kalau keanekaragaman organik dalam dan di antara meteorit terutama karena proses kimia dan termal yang terjadi saat meteorit merupakan bagian dari badan induk mereka. Dengan kata lain, harus ada hubungan antara keluasan perubahan hidrotermal yang dialami meteorit dan kimiawi materi organik yang dikandungnya.
Jika – seperti yang dispekulasi banyak peneliti – bahan organik dalam meteorit berperan pada asal usul kehidupan di Bumi, daya tarik hipotesis sumber umum adalah kalau bahan organik yang sama harus dikirimkan ke seluruh badan di tata surya. Bila sumber umum ini adalah medium antar bintang, maka bahan yang sama harusnya dikirimkan pada semua sistem planet yang terbentuk.
Tim peneliti menemukan konsentrasi besar asam monokarboksilik, atau MCA, yang merupakan zat esensial bagi biokimia, dalam sampel Danau Tagish. Mereka mengatributkan tingginya kadar asam ini pada sifat sampel, yang terlestarikan di bawah nol derajat Celsius semenjak mereka diungkap. Ada beraneka tipe MCA, yang mereka tentukan juga karena perubahan yang terjadi pada badan induk.
Sampel juga mengandung asam amino – balok organik esensial kehidupan yang digunakan untuk menciptakan protein. Tipe dan kelimpahan asam amino yang terkandung dalam sampel konsisten dengan asal usul luar bumi, dan jelas juga dipengaruhi, secara lebih kompleks, oleh sejarah perubahan meteorit induknya.
“Hasil ini menunjukkan kalau proses kimia dan termal yang umum pada meteorit-meteorit Danau Tagish kemungkinan terjadi ketika sampel merupakan bagian dari badan induk yang lebih besar yang terbentuk dari bahan mentah yang sama seperti yang membentuk tata surya kita,” kata Larry Nittler dari DTM Carnegie. “Sampel-sampel ini dapat pula memberikan petunjuk penting pada sumber materi organik, dan kehidupan, di Bumi.”
Sumber Berita :
Referensi Jurnal:
Christopher D. K. Herd, Alexandra Blinova, Danielle N. Simkus, Yongsong Huang, Rafael Tarozo, Conel M. O’D. Alexander, Frank Gyngard, Larry R. Nittler, George D. Cody, Marilyn L. Fogel, Yoko Kebukawa, A. L. David Kilcoyne, Robert W. Hilts, Greg F. Slater, Daniel P. Glavin, Jason P. Dworkin, Michael P. Callahan, Jamie E. Elsila, Bradley T. De Gregorio, Rhonda M. Stroud. Origin and Evolution of Prebiotic Organic Matter As Inferred from the Tagish Lake Meteorite. Science, 2011; 332 (6035): 1304-1307 DOI: 10.1126/science.1203290
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
