Diposting Selasa, 14 Juni 2011 jam 3:31 pm oleh Evy Siscawati

E.coli yang mewabah di Jerman berusia satu dekade

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 14 Juni 2011 -


 

Baik Universitas Munster di Jerman dan BGI, sebuah lab genetika di Beijing, China, telah membariskan genom dari bakteri wabah. Hasilnya menunjukkan kalau ia membawa gen-gen dari sejenis E.coli yang disebut entero-aggregative, yang biasanya menyebabkan diare berkelanjutan walaupun tidak fatal, plus satu racun Shiga, yang menyebabkan diare berdarah dan sindrom hemolitik-uraemik (HUS), sebuah komplikasi yang dapat menjadi fatal.
Strain E.coli yang menghasilkan racun Shiga, disebut STEC, diduga dibawa terutama oleh ternak, yang kebal terhadap racun tersebut. Namun, menurut Lothar Beutin, kepala lab E.coli nasional di Institut Federal Jerman untuk Penilaian Resiko di Berlin, “Saya tidak berpikir [kalau strain Jerman] berasal dari hewan, karena kita tidak pernah melihat strain aggregative pada hewan.” Sumber epidemik sekarang pasti manusia, katanya: “Bisa jadi ada reservoir lingkungan lainnya, namun hal itu lebih sulit lagi dibayangkan.”
Di daerah endemik disentri yang disebabkan Shigella – bakteri yang sangat dekat kaitannya dengan E.coli berdasarkan racun yang dimilikinya – “ada banyak pembawa sehat yang mengekskresikan bakteri tersebut”, kata Beutin.
BGI telah meminta para peneliti memeriksa kulkas untuk isolat bakteri yang sama, yang dapat mengungkapkan bagaimana dan dimana strain Jerman berevolusi: salah satunya menduga datang dari Denmark tahun 2003. Beutin mengatakan kalau ada kasus-kasus serupa di Korea Selatan tahun 2004 dan negara Laut Hitam, Georgia, tahun 2005, namun tidak diketahui apakah ada sampelnya.
Sumber
New Scientist, june 2011

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.