Persepsi Gerakan
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 13 Juni 2011 - Persepsi gerakan adalah proses mengetahui kecepatan dan arah elemen-elemen dalam sebuah kejadian berdasarkan masukan visual, vestibular, dan proprioseptif. Walau proses ini tampak seketika bagi sebagian besar pengamat, ia ternyata merupakan masalah yang sulit dari perspektif komputasi, dan luar biasa sulitnya untuk dijelaskan dalam hal pengolahan syaraf.
Ketidakmampuan mempersepsi gerakan disebut akinetopsia dan disebabkan oleh adanya lesi di daerah korteks V5 di korteks ekstrastriata. Ia juga dapat disebabkan efek samping obat antidepresan tertentu, atau karena kerusakan akibat stroke atau pembedahan otak tertentu. Dalam beberapa kasus, akinetopsia dapat dipulihkan lewat bedah otak atau penghentian konsumsi antidepresan.
Persepsi orde pertama merujuk pada persepsi gerakan sebuah benda yang berbeda kecemerlangannya dari latar belakang, seperti kutu hitam yang berjalan di atas kertas putih. Gerakan semacam ini dapat dideteksi lewat sensor gerak yang relatif sederhana yang dirancang untuk mendeteksi perubahan kecemerlangan pada titik-titik persekitaran di retina setelah sebuah penundaan. Sensor yang bekerja seperti ini disebut detektor Hassensein-Reichardt yang diambil dari nama ilmuan Bernhard Hassenstein, seorang analis perilaku, dan Werner Reichardt, yang pertama membuat modelnya. Ia juga disebut sensor gerakan-energi, atau detektor Reichardt terapan. Sensor-sensor ini mendeteksi gerakan lewat korelasi ruang-waktu dan model-model yang masuk akal untuk mengetahui bagaimana sistem penglihatan mendeteksi gerakan. Proses penglihatan sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuan bagaimana cara kerjanya. Sensor gerakan orde pertama memiliki masalah apertur, yang berarti mereka dapat mendeteksi gerakan yang hanya tegak lurus orientasi kontur tempatnya bergerak. Pengolahan lebih lanjut dibutuhkan untuk membedakan arah gerakan global sejati.
Selain persepsi orde pertama terdapat persepsi orde kedua yang bertujuan menghilangkan masalah apertur tersebut. Sistem penglihatan kemudian mengekstrak sinyal gerakan orde pertama atau kedua dari citra retina. Setelah itu, sistem penglihatan mengintegrasi sinyal-sinyal gerakan lokal individual pada berbagai bagian bidang pandangan kedalam sebuah representasi global atau dua dimensi dari benda yang bergerak dan permukaannya.
Masing-masing sel syaraf dalam sistem penglihatan sensitif pada masukan visual dalam bagian kecil bidang pandang, karena tiap sel syaraf melihat bidang pandang lewat jendela kecil atau apertur. Arah gerakan kontur bersifat ambigu karena komponen gerakan yang sejajar dengan garis tidak dapat diketahui berdasarkan masukan visual. Ini artinya beraneka ragam kontur dari orientasi berbeda yang bergerak pada kecepatan berbeda dapat menyebabkan respon yang identik dalam sel syaraf sensitif gerakan dalam sistem penglihatan.
Sumber
Wikipedia. Motion Perception
Referensi Lanjut
- Adelson, E.H., & Bergen, J.R. (1985). “Spatiotemporal energy models for the perception of motion”. J Opt Soc Am A 2 (2): 284–299.
- Reichardt, W. (1961). “Autocorrelation, a principle for the evaluation of sensory information by the central nervous system”. W.A. Rosenblith (Ed.) Sensory communication (MIT Press): 303–317.
- Todorovi?, Dejan (2002). “A New Variant of the Barberpole Effect: Psychophysical Data and Computer Simulations.” Psihologija (Serbia, Yugoslavia: Laboratory for Experimental Psychology, University of Belgrade) 35 (3-4): 209–223
- van Santen, J.P., & Sperling, G. (1985). “Elaborated Reichardt detectors”. J Opt Soc Am A 2 (2): 300–321.
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera

