Diposting Senin, 13 Juni 2011 jam 11:37 am oleh Evy Siscawati

Kluster Bintang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 Juni 2011 -


 

Tahun 2005, para astronom menemukan tipe kluster bintang baru sepenuhnya dalam galaksi Andromeda, yang dalam beberapa hal, sangat mirip dengan kluster bola (walau kurang padat). Saat ini, tidak ada kluster perantara (juga dikenal kluster bola diperluas) yang ditemukan dalam Bima Sakti. Tiga yang ditemukan di Galaksi Andromeda adalah M31 WFS C1, M231 WFS C2, dan M31 WFS C3.

Kluster bintang yang baru ditemukan ini mengandung ratusan ribu bintang, sama dengan jumlah bintang yang dapat ditemukan dalam kluster bola. Kluster tersebut juga memiliki karakteristik kluster bola, misalnya pada populasi bintang dan kelogaman. Yang membedakannya dari kluster bola adalah mereka jauh lebih besar – beberapa ratus tahun cahaya diameternya – dan seratus kali lebih renggang. Jarak antar bintang jauh lebih besar dalam kluster yang diperluas ini. Secara parametrik, kluster-kluster ini berada di antara kluster bola (materi gelap rendah) dan galaksi bola cebol (di dominasi materi gelap).

Kluster bola relatif stabil namun kluster terbuka tidak. Ketika kluster terbuka terlepas secara gravitasi, bintang-bintang penyusunnya akan terus bergerak pada arah yang sama di antariksa, walau kecepatannya menjadi berbeda-beda. Kelompok ini disebut asosiasi bintang. Contoh asosiasi bintang adalah yang mengelilingi Mirfak (alpha Persei) yang sangat jelas dalam pengamatan teleskop. Kluster yang bergerak jauh tidak dapat dideteksi dengan segera karena gerakan bersama bintang harus diketahui.

Kluster M92, salah satu contoh kluster bola

Kluster bintang penting dalam banyak bidang astronomi. Karena bintang-bintang di dalamnya semua lahir kurang lebih dalam saat bersamaan, berbagai sifat dari semua bintang dalam sebuah kluster hanya merupakan fungsi dari massa, dan karenanya teori evolusi bintang bertopang pada pengamatan kluster terbuka dan bola.

Sumber

Wikipedia, Star Cluster.

Referensi lanjut

  1. A.P. Huxor, N.R. Tanvir, M.J. Irwin, R. Ibata (2005). “A new population of extended, luminous, star clusters in the halo of M31″. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society 360 (3): 993–1006
  2. “ESO”. Young and Exotic Stellar Zoo: ESO’s Telescopes Uncover Super Star Cluster in the Milky Way. 2005-03-22.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.