Diposting Jumat, 10 Juni 2011 jam 4:39 pm oleh Evy Siscawati

Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap keberadaan gelombang Peselancar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 10 Juni 2011 -


 

Leon Ofman dan koleganya dari Goddard, Barbara Thompson, menemukan gelombang ini dalam gambar-gambar yang diambil tanggal 8 April 2010. Ia termasuk salah satu citra pertama yang ditangkap kamera Observatorium Dinamika Surya (Solar Dynamics Observatory – SDO), sebuah teleskop surya dengan resolusi mengesankan yang diluncurkan tanggal 11 Februari 2010 dan mulai menangkap data tanggal 24 Maret tahun itu. Hasil penelitian tim ini dilaporkan secara online dalam Astrophysical Journal Letters tanggal 19 Mei 2011 dan akan diterbitkan dalam jurnal cetaknya tanggal 10 Juni.

Gelombang selancar ini disebabkan oleh ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz. Ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz terjadi ketika dua fluida dengan kepadatan atau kecepatan berbeda mengalir satu sama lain. Dalam kasus gelombang samudera, air yang padat terhadap udara yang ringan. Ketika mereka saling mengalir, riak kecil dapat segera diperkuat menjadi gelombang besar yang disukai oleh peselancar. Dalam kasus atmosfer surya, yang tersusun dari gas yang sangat panas dan bermuatan listrik bernama plasma, kedua aliran datang dari plasma yang terlontar dari permukaan matahari saat ia dilewati oleh plasma yang tidak dilontarkan. Perbedaan dalam kecepatan dan kepadatan aliran sepanjang perbatasan ini menyebabkan ketidakstabilan yang menumpuk menjadi gelombang.

Untuk mengkonfirmasi deskripsi ini, tim peneliti mengembangkan sebuah model komputer untuk melihat apa yang terjadi di daerah tersebut. Model mereka menunjukkan kalau kondisi ini memang dapat membawa pada gelombang selancar yang bergulir di korona.

Pengamatan pada gelombang besar ini menunjukkan kalau mereka dapat berjenjang turun ke bentuk turbulensi yang lebih kecil pula. Para ilmuan percaya kalau gesekan yang diciptakan oleh turbulensi – guliran bahan pada dan di sekeliling dirinya sendiri – dapat membantu menambah energi pemanasan pada korona. Analoginya seperti busa di atas gelombang selancar yang memberi gesekan yang akan memanaskan gelombang. (Walau begitu, para peselancar tidak menyadari hal ini, karena panas tambahan segera menguap ke air sisanya.)

Sumber berita:

NASA/Goddard Space Flight Center.

Referensi jurnal:

L. Ofman, B. J. Thompson. SDO/AIA Observation of Kelvin–Helmholtz Instability in the Solar Corona. The Astrophysical Journal, 2011; 734 (1): L11 DOI: 10.1088/2041-8205/734/1/L11

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.