Diposting Rabu, 8 Juni 2011 jam 4:37 pm oleh Evy Siscawati

50,000 BC

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 8 Juni 2011 -


Sebelumnya kita telah membahas 10,000 BC, sebuah film yang ingin menggambarkan kondisi manusia 12,000 tahun lalu. Sekarang tim fakil beranjak lebih jauh dengan menggambarkan kondisi manusia 52,000 tahun lalu, yaitu 50,000 BC. Dunia 50,000 BC dihuni oleh tiga spesies manusia – Homo erectus di Asia Timur, Neanderthal di Eropa, dan leluhur populasi manusia di Afrika timur laut. Selain itu, Homo floresiensis, diduga hadir sebagai versi kecil Homo erectus, yang hidup di pulau Flores, Indonesia.
50,000 BC adalah masa dimana Adam genetik kita hidup. Adam genetik adalah seorang manusia yang kromosom Y miliknya dimiliki sekarang oleh semua laki-laki yang hidup di dunia. Adam genetik tinggal bersama banyak teman-temannya, mungkin dalam sebuah gerombolan pemburu, ia bukanlah manusia pertama, ia semata leluhur bersama kromosom Y yang kita miliki. Dari masa inilah, kelompok terakhir dari semua orang yang hidup sekarang diturunkan. Kita tidak tahu, nasib berbagai kelompok yang lainnya, yang sekarang telah lenyap tanpa bekas.
50,000 BC juga adalah masa kelahiran bahasa. Di masa tersebut, manfaat sosial dari komunikasi yang lebih efisien telah memicu evolusi kemampuan baru yang hanya dimiliki oleh kita, kemampuan berbahasa. Pada 50,000 BC, manusia modern yang mulai menggantikan Neanderthal di Eropa mulai membuat artifak-artifak halus dan mengawali zaman Paleolitikum Tengah. Alat-alat ini termasuklah alat kecil, sebagian dirancang untuk dapat dipaskan pada pegangan kayu atau senjata, dan juga objek hiasan dan seni.
Bentuk fisik manusia modern sebenarnya telah ada semenjak setidaknya 100 ribu tahun lalu. Namun bukti fosil tidak menunjukkan tanda-tanda perilaku maju dan tanda tersebut baru terlihat 50 ribu tahun kemudian, kemungkinan disebabkan oleh evolusi bahasa. Dengan kemampuan baru ini dan kohesi sosial yang lebih besar, manusia modern yang secara perilaku sama dengan kita mampu keluar dari Afrika dan menggantikan manusia purba seperti Neanderthal yang meninggalkan Afrika ribuan tahun sebelumnya.
Populasi manusia purba, yang pertama memiliki kekuatan penuh untuk berbicara, mungkin hanya berjumlah 5 ribu orang saat itu, tinggal di Afrika Timur Laut. Masyarakat purba ini, walaupun kurang maju secara kognitif dibanding sekarang, memiliki semua perilaku manusia modern dan setidaknya telah mengembangkan kelembagaan yang ditemukan di semua masyarakat yang ada di dunia sekarang. Hal ini termasuklah perang untuk mempertahankan wilayah, upacara keagamaan sebagai alat kohesi sosial, dan naluri resiprositas yang mengatur hubungan sosial dalam kelompok dan perdagangan dengan kelompok luar.
Populasi manusia purba 50,000 BC sangat berbeda dengan manusia modern secara anatomis 100,000 BC, dan manusia sekarang juga telah berevolusi jauh berbeda dari mansuai 50,000 BC. Genom manusia memiliki banyak tanda evolusi baru, dipicu oleh adaptasi pada berbagai peristiwa seperti perubahan budaya atau penyakit jenis baru.
Bukti evolusi baru yang paling tampak adalah keberadaan ras-ras manusia. Setelah keluarnya populasi purba dari Afrika 50,000 BC, evolusi manusia berlanjut secara independen di tiap benua. Populasi daerah-daerah geografi utama dunia berkembang biak selama ribuan tahun dalam isolasi mendasar dari satu sama lain dan mulai mengembangkan tampilan-tampilan yang khas, diferensiasi genetik yang menjadi basis ras-ras masa kini. Namun jalur evolusi yang terpisah ini pada beberapa hal sejajar karena masyarakat di berbagai benua merespon pada tantangan yang sama. Grasilisasi terjadi di penjuru dunia. Toleransi laktosa, kemampuan genetik untuk mencerna laktosa di masa dewasa, berevolusi pada penduduk peternak di Eropa 5 ribu tahun lalu namun juga pada masyarakat peternak di Afrika dan Timur Tengah.
Mengapa kelompok kecil yang meninggalkan Afrika 50,000 BC berhasil sementara emigran sebelumnya gagal? Apa yang menyebabkan mereka mengambil resiko tersebut? Apa yang mengikat masyarakat ini dan memberi mereka kemampuan?
Sumber
Wade, N. 2006. Before the Dawn: Recovering the Lost History of Our Ancestors. New York: The Penguin Press.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.