Diposting Senin, 6 Juni 2011 jam 2:53 pm oleh Evy Siscawati

Mesin Perpetuum Mobile Szilard

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 6 Juni 2011 -


Gagasan dasar Szilard dan pengikutnya adalah mesin perpetuum mobile potensial dari jenis kedua dapat melakukan sebagian kerja, namun ada kesalahan perhitungan. Szilard merujuk pada kegagalan mempertimbangkan disipasi yang terlibat dalam pengukuran; Bennet dan Landauer menunjuk pada kegagalan mempertimbangkan biaya entropi penghapusan memori. Kedua versi ini menyatakan kalau langkah berbiaya entropi dalam proses sang setan mengkompensasi perolehan entropi dimana saja.

Langkah disipatif dalam siklus kemudian menjamin kalau perubahan entropi total adalah nol atau positif. Argumen Szilard adalah “Bila kita tidak ingin mengakui kalau hukum kedua telah dilanggar, kita harus menyimpulkan kalau … pengukuran x oleh y, harus disertai produksi entropi.”

Ia menyimpulkan kalau ia telah menunjukkan kalau pengukuran setan menghasilkan “kuantitas entropi yang tepat dibutuhkan oleh termodinamika.”

Keberatan terhadap Mesin Szilard

Popper mengawali kritik filsafat sains terhadap mesin Szilard:

1.  Pengikut Szilard mengabaikan fakta kalau hukum kedua termodinamika hanya sah secara statistik. Akibatnya argumen Szilard sebenarnya telah disanggah oleh Planck sejak tahun 1905. Mesin Szilard bahkan melanggar hukum Gay-Lussac. Jika mesin Szilard berhasil menunjukkan kalau entropi selalu meningkat, maka mereka terlalu berhasil. Entropi yang tidak pernah menurun melanggar hukum mekanika statistik, karena fluktuasi akan membuat entropi dapat menurun sesekali, sehingga setan yang tidak pernah mengurangi entropi sama bermasalah dengan setan yang selalu bekerja.”

2.  Szilard hanya menyelamatkan termodinamika karena ia berasumsi kalau ia benar dalam argumennya. Bahkan bila hukum termodinamika benar, maka argumennya tidak sah karena sirkuler. Popper menunjukkan : situasi sekarang secara logis tidak memuaskan; karena dalam banyak argumen dalam mekanika statistik (dan juga dalam teori informasi), berguna berdasarkan fakta kalau peristiwa tertentu mustahil karena hukum entropi (baik dalam bentuk fenomenologis ataupun Planck) akan dilanggar. Akibatnya, semua argumen ini sirkuler.

 

Mungkin Szilard tidak mengasumsikan kebenaran hukum kedua tapi semata menggunakannya untuk membantu perhitungan biaya entropi yang tersembunyi dari pengukuran, jika disipasi dalam pengukuran adalah apa yang mencegah sang setan bekerja. Namun

1.  Apapun tujuan awal Szilard, pengikutnya menyimpulkan kalau argumennya sungguh-sungguh menyelamatkan hukum kedua fenomenologis. Sekarang banyak sekali orang mengatakan kalau hukum kedua termodinamika berlaku universal seperti yang pertama diajukan tanpa mengindahkan bukti dari mekanika statistik.

2.  Bila Szilard tidak berasumsi hukum kedua benar, maka akan ada argumen kalau pengukuran harus menghasilkan disipasi dalam jumlah tertentu.

 

Referensi

Callendar, C. 2004. A Collision between Dynamics and Thermodynamics. Entropy, 6:11-20

Referensi lanjut

1. Earman, J & D. J. (1998). Exorcist XIV: The Wrath of Maxwell’s Demon. Part I. From Maxwell to Szilard. Studies in History and Philosophy of Science Part B 29 (4):435-471.
2.  Earman, J & D. J. (1999). Exorcist XIV: The Wrath of Maxwell’s Demon. Part II. From Szilard to Landauer and Beyond. Studies in History and Philosophy of Science Part B 30 (1):1-40
3. Feyerabend, P. K. 1966., On the Possibility of a Perpetuum Mobile of the Second Kind. in Mind, Matter and Method: Essays in Philosophy and Science in Honor of Herbert Feigl, University of Minnesota Press, Minneapolis, 409-412.

4.  Leff, H.S., and Rex, A. F., editors, 1990. Maxwell’s demon: Entropy, Information, Computing, Princeton, New Jersey,

5.  Popper, K.1957. Irreversibility or Entropy Since 1905. British Journal for the Philosophy of Science 8, 151-155.

6.  Shenker, O., 1999. Maxwell’s Demon and Baron Munchausen: Free Will as a Perpetuum Mobile. Studies in History and Philosophy of Modern Physics 30, 347-372.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.