Diposting Senin, 6 Juni 2011 jam 2:11 pm oleh Evy Siscawati

Dampak Ekologis Besar di Garis Pantai Artik akibat Perubahan Iklim Global

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 6 Juni 2011 -


 

“Salah satu ancaman terbesar pemanasan global saat ini adalah peningkatan permukaan laut, yang dapat menyebabkan air laut membanjiri daratan,” kata anggota tim pemimpin, mahasiswa pasca sarjana Queen, Joshua Thienpont. “Ancaman ini khususnya akut di daerah-daerah kutub, dimana pengerutan es lautan meningkatkan resiko kejutan badai.”

Dengan mempelajari cincin pertumbuhan semak pesisir dan endapan danau di daerah delta Mackenzie di Northwest Territories – daerah yang  pernah mengalami air bah yang luas dan destruktif secara ekologis tahun 1999 – para peneliti menemukan kalau pengaruh kejutan air laut ini tidak pernah terjadi dalam seribu tahun sejarah danau.

“Hal ini telah diramalkan oleh semua model dan sekarang kami punya bukti empiris,” kata anggota tim Michael Pisaric, seorang profesor geografi dari Carleton. Inuvialuit, yang tinggal di Artik barat laut, menemukan sebuah iar bah besar yang terjadi tahun 1999 dan membantu penelitian di lapangan.

Para peneliti mempelajari pengaruh banjir air asin pada semak alder sepanjang garis pantai. Lebih dari separuh sampel semak mati dalam setahun setelah banjir 1999, sementara tambahan 37 persen mati dalam lima tahun. Satu dekade setelah banjir, tanah masih mengandung garam dalam konsentrasi tinggi. Selain itu, profil inti endapan dari danau pedalaman mengungkapkan perubahan dramatis dalam kehidupan air – dengan pergeseran besar dari spesies air tawar menjadi air asin setelah banjir bandang.

“Penemuan kami menunjukkan hal ini diabaikan secara ekologis pada milenium terakhir” kata profesor biologi Queen dan anggota tim, John Smol, Ketua Penelitian Perubahan Iklim Kanada dan pemenang Medali Emas Herzberg NSERC 2004 sebagai ilmuan puncak Kanada. “Artik adalah garis depan perubahan iklim. Apa yang mempengaruhi Artik pada gilirannya akan mempengaruhi kita semua.”

Anggota tim yang lain mencakup Trevor Lantz dari University of Victoria, Steven Kokelj dari Indian and Northern Affairs Canada, Steven Solomon dari Geological Survey of Canada dan mahasiswa sarjana Queen, Holly Nesbitt. Penemuan mereka diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Sumber berita:

Queen’s University.

Referensi jurnal :

Michael F. J. Pisaric, Joshua R. Thienpont, Steven V. Kokelj, Holly Nesbitt, Trevor C. Lantz, Steven Solomon and John P. Smol. Impacts of a recent storm surge on an Arctic delta ecosystem examined in the context of the last millennium. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2011; DOI: 10.1073/pnas.1018527108

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.