Diposting Minggu, 5 Juni 2011 jam 12:43 pm oleh Evy Siscawati

Para Peneliti menciptakan Pemandu Gelombang Skala Nano untuk Fotonika Masa Depan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 5 Juni 2011 -


Para peneliti bersama Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab) Departemen Energi AS menunjukkan pertama kali pemandu gelombang skala nano untuk sistem komunikasi optis on chip generasi baru.

Dalam makalahnya, Xiang Zhang dan para penulis lain menjelaskan penggunaan polariton plasmon hibrid (HPP), sebuah kuasipartikel yang mereka konseptualisasi dan ciptakan dalam sistem pemandu gelombang skala nano yang mampu menggembala gelombang cahaya sepanjang interface struktur nano logam dielektrik dalam jarak yang cukup untuk routing sinyal komunikasi optik dalam perangkat fotonik. Kuncinya adalah pemasukan lapisan dielektrik rendah tipis antara logam dan strip semikonduktor.

“Untuk memenuhi kebutuhan berkelanjutan bandwidth data yang lebih tinggi dan konsumsi listrik yang lebih rendah, kita perlu mengurangi energi yang dibutuhkan untuk menciptakan, mengirim, dan mendeteksi tiap bit informasi,” kata Volker Sorger, anggota peneliti. “Hal ini membutuhkan komponen fotonik fisik yang sangat kecil melebihi batas difraksi cahaya sementara tetap memiliki fungsionalitas terintegrasi.”

Hingga saat ini, ukuran dan kinerja peralatan fotonik dikendalai oleh interface yang muncul antara gelombang cahaya yang berdekatan dalam ruang. Batas difraksi ini menghasilkan interaksi foton-elektron lemah yang hanya dapat dihindari lewat penggunaan alat yang jauh lebih besar daripada rangkaian elektronik masa kini. Sebuah terobosan muncul dengan penemuan kalau mungkin menyelaraskan foton dengan elektron dengan meremas gelombang cahaya lewat interface antara struktur nano logam/dielektrik yang dimensinya lebih kecil dari separuh panjang gelombang foton insiden dalam ruang bebas.

“Dengan desain ini, kami menciptakan modus HPP, sebuah hibrid antara modus fotonik dan plasmonik yang mengambil yang terbaik dari kedua sistem dan memberi kita penyungkupan tinggi dengan kerugian sinyal rendah,” kata Ziliang Ye, penulis utama dalam makalah yang diterbitkan dalam Nature Communications dan juga mahasiswa pascasarjana dalam kelompok penelitian Zhang. “Modus HPP bukan hanya bermanfaat untuk memperkecil ukuran peralatan secara fisik, namun juga memberi efek fisika baru pada level peralatan yang memberi jalan bagi laser nano, dan juga fotonika kuantum serta saklar satu foton murni optik.”

Sumber berita :

DOE/Lawrence Berkeley National Laboratory.

Referensi jurnal:

Volker J. Sorger, Ziliang Ye, Rupert F. Oulton, Yuan Wang, Guy Bartal, Xiaobo Yin, Xiang Zhang. Experimental demonstration of low-loss optical waveguiding at deep sub-wavelength scales. Nature Communications, 2011; 2: 331 DOI: 10.1038/ncomms1315

 

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.