Diposting Rabu, 1 Juni 2011 jam 1:39 pm oleh Evy Siscawati

Bukti-bukti Evolusi Hewan di Masa Kini

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 1 Juni 2011 -


Anjing Rusia

Saat ini, ada sekitar 35 ribu anjing jalanan di Moskow. Selama beberapa generasi pembiakan, para anjing menjadi kian pintar sesuai lingkungan perkotaan yang semakin kompleks. Karena hanya 3 persen anjing jalanan di Moskow yang mampu bertahan hidup hingga menghasilkan keturunan, keturunan anjing-anjing jalanan yang paling tangguh dan paling pintar lah yang memenuhi Moskow.

Anjing-anjing Moskow membentuk gang-gang yang telah belajar bagaimana mengirimkan anggotanya yang paling kecil dan imut untuk meminta makanan dari para manusia. Anjing yang besar telah belajar menggonggong dan menangkap : melompat dan menyalak pada orang yang sedang makan snack, membuatnya menjatuhkan makanan tersebut, dan mengambil makanan yang jatuh tersebut.

Gajah

Ketika kesepakatan internasional melarang perdagangan gading gajah tahun 1989, tinggal tersisa sekitar sejuta gajah di Afrika dan sekitar 7.5 persennya diburu gadingnya per tahun. Sekarang, tersisa kurang dari separuhnya saja, namun masih saja kita kehilangan sekitar 8 persennya karena pemburu gading.

Pada dasarnya, para pemburu gading gajah telah melakukan tugas seleksi alam pada para gajah. Karena gajah dengan gading yang bagus diburu dan dibunuh, maka mereka memiliki keturunan yang lebih sedikit daripada gajah dengan gading jelek. Akibatnya, jika sebelumnya hanya 2 hingga 5 persen saja gajah Asia yang lahir tanpa gading, sekarang naik hingga 38 persen. Lebih dari sepertiga populasi gajah!

Seleksi alam ikut bekerja disini. Gajah cewek lebih memilih gajah tanpa gading daripada gajah bergading, sehingga keturunannya lebih mungkin tanpa gading, dan karenanya lebih mungkin bertahan hidup dari serangan para pemburu. Perhatikan evolusi ini terjadi hanya dalam tempo sekitar satu abad, semenjak para kolonial eropa mulai tertarik menjadikan gading gajah liar sebagai komoditas ekspor.

Ikan Sungai Hudson

Sejak tahun 1947 hingga 1976, Sungai Hudson adalah hulu bisnis dari beberapa perusahaan pencemar air terbesar di AS. Sebagai contoh, lebih dari setengah juta kilogram PCB dari General Electric sendiri membuat sungai tersebut menjadi salah satu perairan terburuk di AS.

Ikan tomcod Atlantik yang hidup di sungai tersebut telah mengevolusikan sesuatu yang unik. Sementara ikan-ikan lainnya mati, selama 20 hingga 50 generasi, ikan-ikan tomcod justru membangun kekebalan tubuh terhadap racun di air. Tentu saja sebagian disebabkan oleh rekan-rekannya yang lemah telah mati dan tidak menghasilkan keturunan yang kebal.

Sebagian besar ikan memiliki gen reseptor yang mengandung protein yang mengatur efek dari racun. Tomcod memiliki gen tersebut, namun dalam beberapa tahun terakhir, versi mereka telah menjatuhkan enam pasangan basa, bagian DNA tempat menempelnya molekul racun tersebut. Gen dengan enam pasangan basa ini adalah hasil mutasi dari racun yang datang dari sungai ke DNA sang ikan.

Kadal

Hal menarik dari kadal adalah betapa hebatnya mereka beradaptasi. Kadal Pagar Selatan merupakan spesies yang unik. Ketika sekitar 70 tahun lalu, semut api datang secara tidak sengaja ke habitatnya, para kadal ini tidak berdaya. Cukup 12 ekor semut api mampu membuat kadal mati dalam satu menit. Sekarang, para kadal yang hidup di daerah terdekat dengan pelabuhan tempat pertama kali datangnya semut api telah mengevolusikan strategi aneh untuk bertahan hidup.

Saat di serang semut, kadal biasa akan merespon dengan diam saja, berharap para semut akhirnya pergi dan mereka sendiri akhirnya mati. Tetapi kadal yang telah berevolusi mengembangkan tarian perontok semut yang mereka turunkan pada anak-anak mereka. Anak-anak tersebut kemudian memiliki kaki yang lebih panjang untuk lebih cepat kabur. Strategi sebaliknya terjadi pada kadal larista, mereka sungguh kehilangan kaki karena terlalu sering diam. Mereka menjadi lebih mirip ular dan membuat para semut lebih segan.

Tahun 1971, para ilmuan mendatangkan 10 ekor kadal dinding Italia ke sebuah pulau di Kroasia, namun segera setelah mereka dilepaskan, perang kemerdekaan Kroasia berkecamuk dan para ilmuan kabur. Tahun 2004, pasca perang, para ilmuan kembali. Mereka terkejut dengan apa yang mereka temukan, 5 ribu keturunan kadal pertama yang mereka datangkan, bukan hanya telah membuat punah populasi kadal asli, namun juga telah berevolusi untuk dapat memakan menu yang tersedia di habitat barunya.

Sebelum tinggal di pulau tersebut, para kadal dinding adalah karnivora, jadi sistem pencernaan mereka bukanlah untuk memakan daun. Namun di pulau baru mereka, serangga langka dan ada banyak tanaman. Kadal akhirnya mengembangkan katup cecal, yang berupa otot-otot yang memperlambat proses pencernaan makanan dan memberi mereka waktu untuk mencerna selulosa tanaman. Mereka juga mengevolusikan kepala yang lebih besar untuk gigitan yang lebih kuat dan untuk pertahanan teritorial.

Evolusi sedemikian cepat ibarat manusia yang mengevolusikan usus buntu baru hanya dalam beberapa ratus tahun.

Kadal lain spesies skink berjari tiga yang hidup di daerah iklim pegunungan yang keras berevolusi dengan menyimpan telurnya lebih lama di dalam tubuh. Biasanya kadal mengeluarkan telurnya, tetapi tidak dengan skink berjari tiga. Mereka terlihat melahirkan tapi sebenarnya bertelur, telurnya berderet di dalam tubuhnya yang panjang. Rahimnya mengeluarkan kalsium untuk janinnya, yang sesungguhnya merupakan tahap awal perkembangan plasenta. Bayangkan, plasenta kadal! Mereka jadi seperti mamalia.

Ngengat Merica

Ngengat hitam di masa revolusi industri warnanya menyatu dengan pohon, dan hitam menjadi hitam baru di dunia ngengat. Dalam 50 tahun, 98 persen dari semua ngengat merica di Inggris berwarna hitam. Bukan hanya ngengat di Inggris yang berwarna hitam, ngengat Amerika dan Eropa daratan juga berubah warna di masa revolusi industri. Namun ceritanya tidak berhenti sampai di sini. Pada abad ke-20, Inggris membersihkan dirinya dan batang pohon kembali ke warna sejatinya, dan begitu juga ngengatnya. Evolusi bukan hanya bergerak maju, ia kemana saja yang ia mau.

Sumber :

Kristi Harrison, 2011. 7 Animals That Are Evolving Right Before Our Eyes | Cracked.com

Referensi lanjut :

  1. Alex Marquardt, Bill Blakemore, Ross Eichenholz. March 19, 2010. Stray Dogs Master Complex Moscow Subway System
  2. Anne Minard. February 17, 2011 Hudson River Fish Evolve Toxic PCB Immunity
  3. BBC. World: Africa Elephants ‘ditch tusks’ to survive . September 25, 1998
  4. Brian Handwerk. September 1, 2010. Evolution in Action: Lizard Moving From Eggs to Live Birth
  5. Graeme Baldwin.7 November 2008. Limb loss in lizards – evidence for rapid evolution
  6. Jane Macartney. July 18, 2005 Why did the elephant lose his tusks? To beat the poachers
  7. Jeanna Bryner, 26 January 2009 Lizards’ Dance Avoids Deadly Ants.
  8. John Roach. Lizards Evolving Rapidly to Survive Deadly Fire Ants January 21, 2009
  9. Ken Miller, August, 1999. The Peppered Moth – An Update. Brown University
  10. Kimberly Johnson. April 21, 2008. Lizards Rapidly Evolve After Introduction to Island
  11. Robin Lloyd. 11/12/2008 Evolution in action: Lizards losing limbs.
  12. Stewart, J. R., Mathieson, A. N., Ecay, T. W., Herbert, J. F., Parker, S. L. and Thompson, M. B. (2010), Uterine and eggshell structure and histochemistry in a lizard with prolonged uterine egg retention (Lacertilia, Scincidae, Saiphos). Journal of Morphology, 271: 1342–1351. doi: 10.1002/jmor.10877
  13. Stuart Fox. 01.21.2010. Moscow’s Stray Dogs Evolving Greater Intelligence, Including a Mastery of the Subway.
  14. Tina Hesman Saey. New light on moths gone soot-colored. May 7th, 2011; Vol.179 #10
  15. University Of Massachusetts, Amherst (2008, April 18). Lizards Undergo Rapid Evolution After Introduction To A New Home.
  16. University of Washington (2008, August 1). Ivory Poaching At Critical Levels: Elephants On Path To Extinction By 2020?.
  17. Wikipedia. PCB

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.