Diposting Senin, 30 Mei 2011 jam 4:14 pm oleh Evy Siscawati

Perilaku Pertahanan Diri Burung Fulmar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 30 Mei 2011 -


 

Tetapi fulmar memiliki metode pertahanan diri yang aneh. Ketika seorang penyusup mendekati sarangnya, sang fulmar melontarkan minyak perut kekuningan dari mulutnya. Minyak ini memiliki bau tidak sedap yang bertindak sebagai penolak aposematik. Minyak perut ini dapat juga digunakan untuk menyingkirkan saingan antar dan intra spesies untuk mendapatkan lokasi sarang.

Ludah kekuningan yang dilontarkan dari mulut sang burung menciptakan bau ikan busuk yang tidak dapat dibersihkan, tidak peduli berapa lama kamu menggosoknya dari tubuh anda waktu mandi.

Sang fulmar sendiri memiliki bulu yang kebal pada minyak tersebut. Hal ini sangat penting karena anak fulmar tidak hanya meludah pada predatornya, namun pada setiap hewan yang mendekat, termasuk orang tuanya, mereka baru mengenal orang tuanya ketika berusia sekitar 3 minggu.

Faktanya, ibu fulmar menyambut bayi menjijikkan mereka dengan menunduk rendah dan memuntahkan ikan segar ke kaki anak mereka yang lapar. Dan seterusnya horor berlanjut.

Ada banyak vertebrata darat yang mengevolusikan mekanisme pertahanan diri lewat zat kimia. Mekanisme ini mulai dari bau yang relatif busuk seperti skunk, landak, dan pekari hingga bisa untuk memperingatkan predator seperti bisa ular dan herpetofauna lainnya. Katak panah racun neotropis dari genus Phyllobates, misalnya, mensintesis dan menyimpan alkaloid neurotoksin dalam syaraf mereka.

Referensi

10 Birds with the Best Defence System in the World | Fixya.com

Kerri M. Skinner. Oil-spitting in fulmars: an example of chemical defense in birds? Chemical Ecology, Spring 1998.

The 8 Most Disgusting Animal Defenses | Cracked.com

Referensi lanjut

Anonymous. 1997 Apr 30. Dendrobatid Biology http://www.utexas.edu/courses/herps/ryan/dendrobatid.html.

Dumbacher JP, Beehler BM, Spande TF, Garraffo HM, Daly JW. 1992. Homobatrachotoxin in the genus Pitohui: chemical defense in birds? Science 258:799-801.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.