Perilaku Pertahanan Diri Burung Fulmar
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 30 Mei 2011 - Burung fulmar adalah sejenis burung laut yang imut. Kecil dan tak berdaya. Apalah yang dia bisa.
Tetapi fulmar memiliki metode pertahanan diri yang aneh. Ketika seorang penyusup mendekati sarangnya, sang fulmar melontarkan minyak perut kekuningan dari mulutnya. Minyak ini memiliki bau tidak sedap yang bertindak sebagai penolak aposematik. Minyak perut ini dapat juga digunakan untuk menyingkirkan saingan antar dan intra spesies untuk mendapatkan lokasi sarang.
Ludah kekuningan yang dilontarkan dari mulut sang burung menciptakan bau ikan busuk yang tidak dapat dibersihkan, tidak peduli berapa lama kamu menggosoknya dari tubuh anda waktu mandi.
Sang fulmar sendiri memiliki bulu yang kebal pada minyak tersebut. Hal ini sangat penting karena anak fulmar tidak hanya meludah pada predatornya, namun pada setiap hewan yang mendekat, termasuk orang tuanya, mereka baru mengenal orang tuanya ketika berusia sekitar 3 minggu.
Faktanya, ibu fulmar menyambut bayi menjijikkan mereka dengan menunduk rendah dan memuntahkan ikan segar ke kaki anak mereka yang lapar. Dan seterusnya horor berlanjut.
Ada banyak vertebrata darat yang mengevolusikan mekanisme pertahanan diri lewat zat kimia. Mekanisme ini mulai dari bau yang relatif busuk seperti skunk, landak, dan pekari hingga bisa untuk memperingatkan predator seperti bisa ular dan herpetofauna lainnya. Katak panah racun neotropis dari genus Phyllobates, misalnya, mensintesis dan menyimpan alkaloid neurotoksin dalam syaraf mereka.
Referensi
10 Birds with the Best Defence System in the World | Fixya.com
Kerri M. Skinner. Oil-spitting in fulmars: an example of chemical defense in birds? Chemical Ecology, Spring 1998.
The 8 Most Disgusting Animal Defenses | Cracked.com
Referensi lanjut
Anonymous. 1997 Apr 30. Dendrobatid Biology http://www.utexas.edu/courses/herps/ryan/dendrobatid.html.
Dumbacher JP, Beehler BM, Spande TF, Garraffo HM, Daly JW. 1992. Homobatrachotoxin in the genus Pitohui: chemical defense in birds? Science 258:799-801.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
