Diposting Minggu, 29 Mei 2011 jam 12:59 pm oleh Evy Siscawati

Penjebak Partikel memberi jalan Pengobatan Pribadi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 29 Mei 2011 -


 

Namun agar mampu mengisolasi molekul individual seperti pasangan basa DNA, yang ukurannya hanya dua nanometer – atau sekitar seper lima puluh ribu diameter rambut manusia – sangat mahal dan sulit diawasi. Selain itu, merancang cara menjebak molekul DNA dalam lingkungan cair alaminya jauh lebih rumit. Ilmuan menghabiskan waktu satu dekade lalu berjuang mengisolasi dan menjebak molekul DNA individual dalam larutan cairan dengan mencoba melepaskan benangnya lewat lubang kecil seukuran DNA yang disebut pori nano, yang sangat sulit dibuat dan di kontrol.

Sekarang sebuah tim yang dipimpin para peneliti Universitas Yale telah membuktikan kalau mengisolasi partikel bermuatan individual seperti molekul DNA memang mungkin menggunakan metode yang disebut penjebakan Paul, yang menggunakan medan listrik berayun untuk menggiring partikel ke dalam ruangan yang hanya berukuran nanometer. (Teknik ini dinamakan dari Wolfgang Paul, pemenang Nobel karena penemuan ini.) Hingga kini, para ilmuan hanya mampu menggunakan penjebak Paul untuk partikel dalam ruang hampa, namun tim Yale mampu menjebak sebuah partikel uji bermuatan – dalam kasus ini, sebuah manik polistiren – pada ketelitian 10 nanometer dalam larutan cair di antara elektroda-elektroda mikro kuadrupel yang memasok medan listrik.

Alat mereka dapat disimpan dalam satu chip dan sederhana serta murah dibuat. “Gagasannya adalah dokter dapat mengambil setetes darah dari pasien dan mampu melakukan uji diagnosa di kantor mereka, bukannya mengirimnya ke laboratorium dimana pengujian bisa berlangsung berhari-hari dan mahal,” kata Weihua Guan, seorang mahasiswa pasca sarjana Yale yang memimpin proyek ini.

Selain diagnostik, laboratorium dalam chip ini memiliki banyak aplikasi, kata Guan, seperti mampu menganalisa bagaimana sel individual merespon berbagai rangsangan. Sementara ada beberapa teknik lain manipulasi sel yang tersedia sekarang, seperti peremas optik, pendekatan tim Yale bekerja lebih baik pada ukuran yang lebih kecil, dibandingkan pendekatan lain.

Tim yang penemuannya dilaporkan pada tanggal 23 mei 2011 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menggunakan manik polistiren bukannya molekul DNA aktual, bersama penjebak dua dimensi untuk membuktikan tekniknya bekerja. Selanjutnya mereka akan menciptakan penjebak tiga dimensi menggunakan molekul DNA, yang berukuran hanya 2 nanometer sehingga lebih kecil daripada manik uji. Mereka berharap dapat menyelesaikan penjebak 3 dimensi menggunakan molekul DNA satu atau dua tahun ke depan. Proyek ini didanai oleh program National Institutes of Health yang bertujuan membariskan seluruh genom pasien dengan biaya kurang dari 1000 USD.

“Ini adalah masa depan obat pribadi,” kata Guan.

Proyek ini diarahkan oleh Mark Reed (Universitas Yale) dan Predrag Krstic (Oak Ridge National Laboratory). Penulis lain adalah Sony Joseph dan Jae Hyun Park (Oak Ridge National Laboratory).

Sumber berita :

Yale University

Referensi jurnal:

Weihua Guan, Sony Joseph, Jae Hyun Park, Predrag S. Krsti?, Mark A. Reed. Paul trapping of charged particles in aqueous solution. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2011; DOI: 10.1073/pnas.1100977108

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.