Diposting Minggu, 29 Mei 2011 jam 12:37 pm oleh Evy Siscawati

Hubble menemukan Bintang “Blue Straggler” dalam Poros Bima Sakti

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 29 Mei 2011 -


 

Blue straggler dinamakan demikian karena terlihat tertinggal dalam proses penuaan, tampak lebih muda dari populasi tempatnya lahir. Sementara mereka telah terdeteksi dalam banyak kluster bintang jauh, dan diantara bintang dekat, belum pernah mereka terlihat dalam inti galaksi kita.

Tidak jelas dari apa blue straggler terbentuk. Teori yang umum adalah mereka muncul dari pasangan bintang ganda. Ketika bintang yang lebih masif berevolusi dan mengembang, bintang yang lebih kecil mendapatkan materi dari pasangannya. Materi ini mengocok bahan bakar hidrogen dan menyebabkan bintang yang tumbuh melalui fusi nuklir dalam laju lebih cepat. Ia terbakar lebih panas dan lebih biru seperti halnya bintang muda yang masif.

Penemuan ini mendukung gagasan kalau gelembung pusat Bima Sakti berhenti membuat bintang miliaran tahun lalu. Sekarang ia menjadi rumah bagi bintang mirip matahari yang menua dan cebol merah yang lebih dingin. Bintang biru raksasa yang pernah tinggal di sana telah lama meledak dalam supernova.

Hasil ini telah diterima untuk publikasi dalam jurnal Astrophysical Journal. Penulis perdana, Will Clarkson dari Universitas Indiana di Bloomington dan Universitas California di Los Angeles, akan membahasnya tanggal 25 Mei 2011 dalam rapat Masyarakat Astronomi Amerika di Boston.

“Walaupun gelembung Bima Sakti merupakan gelembung galaksi terdekat, beberapa aspek kunci pembentukan dan evolusinya masih kurang dimengerti,” kata Clarkson. “Banyak detail sejarah pembentukan bintangnya masih kontroversial. Keluasan populasi blue straggler yang terdeteksi memberikan dua kendala baru untuk model-model sejarah pembentukan bintang di gembungan.”

Penemuan ini berasal dari survey tujuh hari sebagai follow-up dari survey tahun 2006 yang disebut Pencarian Planet Ekstrasolar Gerhana Jendela Sagitarius (Sagittarius Window Eclipsing Extrasolar Planet Search – SWEEPS). Hubble menatap pada 180 ribu bintang dalam gembungan pusat yang padat dari galaksi kita, 26 ribu tahun cahaya jauhnya. Survey ini ditujukan untuk mencari planet kelas Jupiter yang panas yang mengorbit sangat dekat pada bintangnya. Dalam melakukan survey tersebut, tim SWEEPS juga menemukan 42 bintang biru aneh dengan kecemerlangan dan suhu bintang yang seharusnya jauh lebih muda daripada bintang gembungan biasa.

Pengamatan ini jelas menunjukkan kalau jika ada sebuah populasi bintang muda di gembungan, maka ia akan sangat kecil. Ia tidak terdeteksi dalam program SWEEPS. Blue straggler telah lama diduga hidup di gembungan ini, namun belum teramati karena bintang yang lebih muda dalam galaksi kita berada sepanjang bidang pandang ke inti, membingungkan dan mencemari pengamatan.

Para astronom menggunakan Hubble untuk membedakan gerakan populasi inti dari bintang latar depan Bima Sakti. Bintang gembungan mengorbit pusat galaksi dengan kecepatan berbeda dari bintang latar depan. Plot gerakan mereka dibutuhkan untuk melihat daerah target SWEEPS dengan Hubble dua tahun setelah pengamatan pertama dibuat. Blue straggler teramati bergerak bersama bintang lainnya dalam gembungan tersebut.

“Ukuran bidang pandang di langit sekitar ketebalan kuku jari manusia yang dijulurkan sepanjang tangan, dan dalam daerah ini, Hubble melihat sekitar seperempat juta bintang ke arah gembungan,” kata Clarkson. “Hanya citra bermutu luar biasa dan stabilitas Hubble yang memungkinkan kita membuat pengukuran dalam medan yang begitu padat ini.”

Dari 42 kandidat blue straggler, para peneliti memperkirakan 18 hingga 37 memang pasti. Sisanya dapat berupa campuran antara objek latar depan dan bisa jadi, populasi kecil bintang gembungan yang benar-benar muda.

“Program SWEEPS dirancang untuk mendeteksi planet yang melakukan transit lewat variasi cahaya yang kecil,” kata Kailash Sahu, peneliti utama program SWEEPS. “Karenanya program ini dapat mendeteksi dengan mudah variasi pasangan kembar, yang penting dalam mengkonfirmasi kalau ia memang blue straggler.”

Hubble adalah proyek kerjasama internasional antara NASA dan Badan Antariksa Eropa. Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik NASA di Greenbelt mengatur teleskop ini. Lembaga Sains Teleskop Antariksa (Space Telescope Science Institute – STScI) melakukan operasi sains Hubble. STScI dioperasikan untuk NASA oleh Asosiasi Universitas untuk Penelitian Astronomi di Washington. Untuk citra dan lebih banyak informasi mengenai penemuan-penemuan Hubble, kunjungi: http://www.nasa.gov/hubble dan http://hubblesite.org/news/2011/16

Sumber berita:

Space Telescope Science Institute.

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.