Diposting Selasa, 24 Mei 2011 jam 8:13 pm oleh Evy Siscawati

Teleskop Radio menangkap Citra Terbaik Jet Lubang Hitam

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 24 Mei 2011 -


 

“Jet-jet ini muncul saat materi yang jatuh mendekati lubang hitam, namun kami belum tahu detail bagaimana ia terbentuk dan mempertahankan ujudnya,” kata Cornelia Mueller, penulis utama studi dan seorang mahasiswa doktoral di Universitas Erlangen-Nuremberg di Jerman.

Citra baru ini menunjukkan sebuah daerah kurang dari 4.2 tahun cahaya saja lebarnya – kurang dari jarak matahari kita dengan bintang terdekat. Tampilan pemancar radio seukuran 15 hari cahaya dapat dilihat, membuat ini merupakan gambaran jet galaksi resolusi tertinggi. Studi ini juga akan muncul dalam edisi Juni jurnal Astronomy and Astrophysics dan tersedia secara online.

Mueller dan timnya mentargetkan Centaurus A (Cen A), sebuah galaksi dekat dengan sebuah lubang hitam supermasif seberat 55 juta kali massa matahari. Juga dikenal sebagai NGC 5128, Cen A berada sekitar 12 juta tahun cahaya di rasi Centaurus dan merupakan salah satu sumber radio langit pertama yang diketahui merupakan galaksi.

Dilihat dalam gelombang radio, Cen A merupakan salah satu benda terbesar dan terterang di langit, hampir 20 kali ukuran tampak bulan purnama. Hal ini karena galaksi tampaknya berada di tengah sepasang cuping pemancar radio raksasa, masing-masing panjangnya hampir satu juta tahun cahaya.

Cuping-cuping ini berisi materi yang mengalir dari jet partikel yang ada di dekat lubang hitam di pusat galaksi. Para astronom memperkirakan kalau materi yang berada di dekat basis jet ini berlari keluar dengan kecepatan sepertiga laju cahaya.

Dengan menggunakan array antar benua terdiri dari sembilan teleskop radio, para peneliti yang tergabung dalam proyekTANAMI (Tracking Active Galactic Nuclei with Austral Milliarcsecond Interferometry – Pelacakan Inti Galaksi Aktif dengan Interferometri Miliarcdetik Selatan) mampu dengan efektif memperbesar citra relung terdalam galaksi ini.

“Teknik komputer canggih memungkinkan kali menggabungkan data dari teleskop individual untuk menghasilkan citra-citra dengan ketajaman satu teleskop raksasa yang ukurannya sebesar planet Bumi itu sendiri,” kata Roopesh Ojha dari Pusat Penerbangan Ruang Angkasa Goddard milik NASA di Greenbelt.

Keluaran energi besar galaksi seperti Cen A datang dari gas yang jatuh ke lubang hitam seberat jutaan kali massa matahari. Lewat proses yang belum dimengerti sepenuhnya, sebagian materi yang jatuh ini terlontar dalam jet-jet berlawan arah dengan kecepatan mendekati laju cahaya. Citra detil struktur jet ini akan membantu para astronom menentukan bagaimana mereka terbentuk.

Jet-jet ini berinteraksi kuat dengan gas sekitarnya, sehingga mungkin mengubah laju pembentukan bintang di galaksi. Jet berperan penting namun kurang dipahami perannya dalam pembentukan dan evolusi galaksi.

Teleskop antariksa sinar Gamma Fermi milik NASA telah mendeteksi radiasi yang jauh lebih tinggi dari bagian tengah Cen A. “Radiasi ini miliaran kali lebih energetik daripada gelombang radio yang kami deteksi, dan dari mana datangnya masih berupa misteri,” kata Matthias Kadler dari Universitas Wuerzburg di Jerman dan juga kolaborator Ojha. “Dengan TANAMI, kami berharap dapat menjelajahi kedalaman galaksi untuk mengetahuinya.”

Ojha didanai lewat proyek penyelidikan Fermi pada studi multipanjang gelombang Inti Galaksi Aktif.

Para astronom berterima kasih pada kemajuan berkelanjutan dalam  Australian Long Baseline Array (LBA) atas peningkatan resolusi dan mutu gambar besar-besaran TANAMI. Proyek ini menggabungkan LBA dengan teleskop-teleskop di Afrika Selatan, Chili dan Antartika untuk menjelajahi jet-jet galaktik terterang di langit selatan.

Teleskop luar angkasa sinar gamma Fermi milik nasa adalah sebuah hasil kerjasama astrofisika dengan fisika partikel yang dikembangkan bersama oleh Departemen Energi AS, berbagai lembaga dan mitra akademis dari Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Swedia dan AS. Australia Long Baseline Array adalah bagian dari Fasilitas Nasional Teleskop Australia, yang didanai Pemerintah Australia dalam operasinya sebagai Fasilitas Nasional yang diatur oleh Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran.

Untuk multimedia terkait, kunjungi : http://svs.gsfc.nasa.gov/goto?10770

Sumber berita:

NASA/Goddard Space Flight Center.

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.