Diposting Selasa, 24 Mei 2011 jam 8:11 pm oleh Evy Siscawati

Rekor Efisiensi 18.7 Persen tercapai oleh Sel Surya Fleksibel dari Plastik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 24 Mei 2011 -


 

CIGS adalah singkatan dari Copper Indium Gallium (di)Selenide (Tembaga Indium Galium diSelenida). Sel surya ini berhasil mencapai rekor dunia 18.7 persen – kemajuan signifikan dari rekor sebelumnya yaitu 17.6 persen yang dicapai oleh tim yang sama bulan Juni 2010.

Pengukuran ini telah dilakukan secara independen dan dibenarkan oleh Lembaga Sistem Energi Surya Fraunhofer di Freiburg, Jerman.

Sebenarnya ini masalah uang. Untuk membuat listrik tenaga surya dapat dijangkau dalam skala besar, para ilmuan dan insinyur di penjuru dunia telah lama mencoba mengembangkan sel surya berbiaya rendah, yang sangat efisien, mudah dibuat dan memiliki keluaran tinggi. Sekarang sebuah tim dari Laboratorium Film Tipis dan Fotovoltaik Empa, dipimpin oleh Ayodhya N. Tiwari, telah membuat kemajuan besar. “Nilai rekor terbaru sel surya CIGS fleksibel adalah 18.7% hampir menutup celah efisiensi sel surya berbasis wafer silikon polikristalin atau sel surya tipis CIGS berbasis kaca,” kata Tiwari. Ia yakin kalau  “sel surya ringan dan fleksibel dari CIGS dengan efisiensi sebanding dengan yang terbaik akan memiliki potensi baik untuk membuat pergeseran paradigma dan memungkinkan listrik tenaga surya berbiaya murah di waktu dekat.”

Salah satu manffat sel surya CIGS berkinerja tinggi fleksibel adalah potensi merendahkan biaya pembuatan lewat proses roll-to-roll sementara di saat yang sama menawarkan efisiensi jauh lebih tinggi daripada yang tersedia sekarang di pasaran. Lebih lagi, modul surya fleksibel dan ringan tersebut menawarkan manfaat biaya tambahan dalam transportasi, pemasangan, rangka struktur modul dsb, mereka mengurangi biaya keseimbangan sistem dengan signifikan. Bersama-sama, sel polimer CIGS yang baru menunjukkan sejumlah manfaat untuk aplikasi seperti pertanian surya dan elektronika genggam. Dengan alat berkinerja tinggi sekarang tersedia, hasil terbaru ini menyarankan kalau modul surya CIGS flkesibel saling hubung secara monolitik dengan efisiensi di atas 16% dapat dicapai lewat proses dan konsep yang saat ini dikembangkan.

Berada di depan Kemajuan

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi fotovoltaik film tipis berbasis substrat kaca memperoleh kedewasaan yang cukup untuk produksi industri; teknologi CIGS fleksibel walau begitu, masih merupakan bidang baru. Perkembangan dalam efisiensinya dalam lab penelitian dan instalasi pilot – oleh kelompok Tiwan, ETH Zurich dan di Empa sendiri – menyumbang peningkatan kinerja dan mengatasi kendala pembuatan.

Bekerja sama dengan para ilmuan dari FLISOM, sebuah perusahaan muda yang memperbesar dan mengkomersialisasi teknologi ini, tim Empa membuat kemajuan signifikan dalam pertumbuhan suhu rendah lapisan CIGS yang memiliki sel CIGS fleksibel yang lebih efisien lagi, hingga nilai rekor 14.1% tahun 2005 ke skor tinggi baru 18.7% untuk segala tipe sel surya fleksibel yang ditumbuhkan pada foil polimer atau logam. Kemajuan terbaru dalam efisiensi sel ini dimungkinkan lewat pengurangan rugi-rugi rekombinasi dengan perbaikan sifat struktur lapisan CIGS dan proses deposisi suhu rendah untuk penumbuhan lapisan dan pengotoran in situ dengan Natrium pada saat tahap akhir.  Lewat hasil ini, film polimer pertama kali terbukti superior dari foil logam sebagai substrat pembawa untuk mencapai efisiensi tertinggi.

Efisiensi rekor hingga 17.5% pada foil baja ditutupi penghalang difusi kekotoran sejauh ini dicapai dengan pertumbuhan CIGS yang diproses pada suhu melebihi 550 derajat Celsius. Walau begitu, ketika diterapkan pada foil baja tanpa pembatas difusi, proses deposisi CIGS suhu rendah yang dikembangkan Empa dan FLISOM untuk film polimer dengan mudah mencocokkan diri dengan kinerja yang dicapai lewat prosedur suhu tinggi, menghasilkan efisiensi 17.7%. Hasil ini menyarankan kalau pelapis pembatas yang umum dipakai untuk pengotoran perusak pada foil logam tidak dibutuhkan. “Hasil kami jelas menunjukkan manfaat proses deposisi CIGS suhu rendah untuk mencapai sel surya fleksibel efisiensi tinggi pada polimer maupun foil logam,” kata Tiwari.

Sumber berita:

Swiss Federal Laboratories for Materials Science and Technology (EMPA).

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.