Diposting Minggu, 22 Mei 2011 jam 8:42 pm oleh Evy Siscawati

Tujuan Kehidupan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 22 Mei 2011 -


 

Manusia teknologis, dan semua mahluk hidup, adalah bagian dari sistem kompleks tiga dimensi yang secara alamiah mendaur ulang materi dalam bidang-bidang fluks energi. Sistem kompleks alamiah demikian juga diamati pada sel-sel konveksi, sistem badai bersiklus (seperti hurikan), dan reaksi kimia otokatalitis seperti jam kimia. Semua sistem ini, termasuk kehidupan, bukan hanya mematuhi hukum kedua termodinamika, namun mendispersikan energi dengan lebih efektif – lebih cepat, lebih berkelanjutan, atau keduanya – daripada yang terjadi tanpanya.

Itulah fungsi alaminya. Sistem kompleks muncul di alam “untuk” mendispersi energi atau menghasilkan entropi. Karenanya, mereka berpendapat kalau tujuan fisik kehidupan sebagai proses telah ditemukan. Tujuan kehidupan adalah mendispersi energi namun melakukannya dengan lebih efektif daripada tanpanya. Jauh dari melanggar hukum kedua termodinamika (seperti digembar-gemborkan oleh para anti evolusi), kehidupan adalah salah satu manifestasinya yang paling efektif.

Fungsi kehidupan yang terukur telah dideteksi dengan satelit cuaca. Fungsi alami ini adalah untuk mengurangi gradien radiasi gelombang panjang antara Bumi dan matahari, karenanya mendispersi energi sesuai dengan hukum kedua. Lebih lanjut, kehidupan bukanlah sesuatu yang acak, namun menunjukkan arah seiring waktu : semenjak munculnya kehidupan,

1.       Ada peningkatan jenis kehidupan dan jumlah spesies

2.       Ada peningkatan efisiensi penggunaan energi

3.       Ada peningkatan tipe sel

4.       Ada peningkatan kecerdasan dan kepekaan keseluruhan

5.       Ada peningkatan jumlah unsur kimia yang terlibat baik secara struktur maupun periferal pada mahluk hidup yang melakukan metabolisme

Peningkatan evolusioner ini, sementara tergantung pada reproduksi berbasis gen dan seleksi alam, mencerminkan pertumbuhan biosfer biru berbasis hukum kedua ini, begitu mengagumkannya ketika kita melihatnya dari luar angkasa. Evolusi (dan dalam hal ini anti evolusi benar saat mengkritik neo-Darwinisme) bukanlah sesuatu yang acak namun memiliki arah. Arah ini adalah arah alamiah penyebaran sistem penghasil entropi yang kompleks.

Kita adalah bagian dari degradasi kosmik. Itulah tujuan kehidupan.

 

Referensi

Schneider, Eric D. and Dorion Sagan. (2005). Into the Cool: Energy Flow, Thermodynamics and Life. Chicago IL: University of Chicago

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.