Diposting Kamis, 19 Mei 2011 jam 7:05 pm oleh Evy Siscawati

Formaldehida Menyusun Panggung Asal Usul Kehidupan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 19 Mei 2011 -


 

Para ilmuan telah lama berspekulasi mengenai bagaimana bahan organik atau yang mengandung karbon menjadi bagian dari penyusun tata surya. Penelitian terbaru George Cody dari Carnegie bersama dengan Conel Alexander dan Larry Nittler, menunjukkan kalau padatan organik kompleks ini kemungkinan terbentuk dari formaldehida dalam tata surya primitif.

Penelitian mereka diterbitkan online tanggal 4 April 2011 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Kita mungkin berhutang atas keberadaan kita di planet ini pada formaldehida antar bintang,” kata Cody. “Dan ironisnya, formaldehida bersifat racun bagi kehidupan di Bumi.”

Pada periode awal pembentukan tata surya, sebagian besar karbon organik yang tidak terjebak dalam badan primitif lenyap ke luar angkasa, bersama banyak air. Setelah studi ini, banyak gagasan yang berkompetisi muncul untuk menjelaskan keberadaan padatan organik primitif. Cody, dari Laboratorium Geofisika, bersama dengan Alexander dan Nittler, dari Jurusan Magnetisme Kebumian, serta timnya memutuskan mempelajari benda tata surya primitif menggunakan metode lanjutan. Apa yang mereka temukan jelas menunjuk pada sebuah polimer yang terbentuk oleh formaldehida.

Mereka menguji kesimpulan ini dengan eksperimen untuk mereproduksi tipe materi organik yang ditemukan dalam chondrit karbon, sejenis meteorit kaya organik, diawali dengan formaldehida. Mereka menemukan kalau bahan organik yang mereka sintesis dari formaldehida tidak hanya sama dengan yang ditemukan dalam chondrit karbon, namun juga sama dengan bahan organik yang ditemukan dalam sebuah komet bernama 81P/Wild 2, dari potongan-potongan yang dikumpulkan di antariksa oleh misi Stardust NASA, serta dalam partikel debu antar planet atau partikel dari luar angkasa yang kemungkinan berasal dari komet dan asteroid.

Hasil yang mereka temukan masuk akal, karena formaldehida relatif melimpah di galaksi dan proses polimerisasi dapat terjadi dalam kondisi-kondisi tata surya primitif.

“Menemukan asal usul dari sumber utama karbon organik dalam badan tata surya primitif kita sangat memuaskan,” kata Cody.

Sumber berita :

Carnegie Institution,

Referensi jurnal:

George D. Cody, Emily Heying, Conel M. O. Alexander, Larry R. Nittler, A. L. David Kilcoyne, Scott A. Sandford, Rhonda M. Stroud. Cosmochemistry Special Feature: Establishing a molecular relationship between chondritic and cometary organic solids. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2011; DOI: 10.1073/pnas.1015913108

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.