Diposting Rabu, 18 Mei 2011 jam 9:58 pm oleh Evy Siscawati

Perilaku Pertahanan Diri Komodo

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 18 Mei 2011 -


 

Tahun 1992, komodo menetas pertama kalinya di luar Indonesia di National Zoo. Empat tumpukan menetas dan menghasilkan 55 keturunan yang dapat dilihat di lebih dari 30 kebun binatang di dunia. Komodo merupakan salah satu jenis reptil.

Komodo memiliki telinga yang terlihat jelas walaupun mereka tidak punya pendengaran yang baik. Mereka mampu melihat sejauh 300 meter, walau begitu, mereka memiliki penglihatan malam yang buruk. Komodo mampu melihat warna.

Komodo pertama kali didokumentasikan tahun 1910 oleh Letnan van Steyn van Hensbroek yang datang ke Pulau Komodo setelah mendengar cerita-cerita tentang kadal raksasa. Ia membunuh seekor komodo dan mengirim kulit serta beberapa potretnya ke Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor, Jawa, yang kemudian menemukan kalau komodo adalah sejenis kadal. Beberapa ekspedisi selanjutnya mencakup sebuah ekspedisi oleh W. Douglas Burden yang menangkap 27 spesimen dan memeriksa setidaknya 70 individu tahun 1926.

Komodo merupakan spesies kanibal. Mereka memangsa anaknya sendiri. Karenanya sejak kecil sang anak sudah memiliki kemampuan gigitan maut. Gigitannya tidak beracun, dan giginya juga tidak terlalu tajam. Masalahnya, mulut mereka penuh dengan bakteri infeksi. Jaringan gingival yang mengelilingi gigi mereka terus diperkaya bakteri jahat. Setelah tergigit, tinggal masalah waktu bagi siapapun yang digigit komodo untuk mati karena infeksi. Setelah itu, mereka tinggal memakan daging sang hewan yang telah mati karena penyakit dipercepat.

Kenapa mulut komodo begitu kotor? Ternyata mereka punya kebiasaan memakan tinja, biak tinja komodo yang lain maupun tinja dari hewan yang telah mereka bunuh.

Sumber :

The 8 Most Disgusting Animal Defenses | Cracked.com

Teresa Dang. 2008. Komodo Dragon: Varanus komodoensis

Referensi lanjut :

Auffenberg, Walter. The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor. University P of Florida, 1981. 20-309.

Ciofi, Claudio. 1999. “The Komodo Dragon.” Scientific American 280(3): 84-91.

Diamond, Jared. 1992. “The Evolution of Dragons.” Discover 13(12): 72-80.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.