Diposting Rabu, 18 Mei 2011 jam 10:02 pm oleh Evy Siscawati

Perilaku Pertahanan Diri Katak Berambut

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 18 Mei 2011 -


 

Spesies ini ditemukan di dataran rendah dari perbukitan Osamba di Nigeria Timur hingga perbukitan Mayombe di ujung barat Republik Demokratik Kongo. Terdapat pula catatan di Nigeria, Kamerun, Guinea Khatulistiwa, Gabon dan Republik Demokratik Kongo. Ia diduga ada di Kongo dan daerah Cabinda di Angola.

David Blackburn dan rekan-rekannya dari Museum Zoologi Komparatif Universitas Harvard menemukan perilaku ganjil mekanisme pertahanan diri hewan ini.

Ketika merasa terancam, katak ini akan mematahkan kakinya sendiri. Serius nih. Menurut New Scientist, mereka mematahkan tulang belakang mereka dan mencuatkan duri-duri tajam dengan ujung melengkung menembus kulitnya sendiri. Seperti Wolverine dalam film X-Men.

Lokasi Katak Afrika

“Beberapa katak lain memiliki duri bertulang yang mencuat dari sikunya, namun pada spesies tersebut tampak kalau tulangnya tumbuh menembus kulit bukannya menusukkannya ketika butuh untuk pertahanan,” kata Blackburn.

Hasilnya, duri ini mirip seperti cakar kucing, namun mekanisme pematahan dan pemotongannya sangat berbeda dan unik di antara vertebrata. Ia juga unik karena fakta kalau cakar ini hanyalah tulang bukannya keratin seperti cakar biasanya.

Pejantan dari spesies ini, yang tumbuh hingga 11 centimeter, juga menghasilkan untai kulit dan arteri mirip rambut ketika mereka berkembang biak. Diduga kalau “rambut” ini memungkinkan mereka mendapatkan lebih banyak oksigen lewat kulit mereka saat mereka merawat anak-anaknya.

Diduga hewan ini semakin menurun jumlahnya karena mutu air yang semakin buruk walaupun ia cukup toleran terhadap perubahan di habitat darat sekitar air sungai kecil. Ia dimakan manusia sehingga langka ditemukan didaerah sekitar pedesaan. Di bukit Rumpi di Kamerun, masyarakat setempat memakan kecebongnya.

Referensi

Catherine Brahic. 28 May 2008. ‘Horror frog’ breaks own bones to produce claws. New Scientist.

Jean-Louis Amiet, Marius Burger 2004. Trichobatrachus robustus. In: IUCN 2010. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.4. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 15 May 2011.

The 8 Most Disgusting Animal Defenses | Cracked.com

Referensi jurnal

David C Blackburn, James Hanken and Farish A Jenkins, Jr Concealed weapons: erectile claws in African frogs. Biology Letters, DOI: 10.1098/rsbl.2008.0219

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.