Diposting Rabu, 18 Mei 2011 jam 9:58 pm oleh Evy Siscawati

Bahasa Membuat Orang mampu Melihat Lebih Banyak Warna

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 18 Mei 2011 -


 

Namun entah dimana, sekarang, ada seorang wanita menunjukkan empat kartu pada suaminya dan berkata, “Kamu suka kulit telur, gading, krim atau tulang?” sang pria melihat ke kartu, semuanya berwarna putih, dan berkata, “Beuh, tidak ada bedanya.”

Eksperimen menemukan kalau apakah anda dapat atau tidak dapat membedakan warna tergantung pada apakah kamu memiliki namanya dalam bahasa kamu. Anda dapat melihat warnanya, ia hanya tidak tercatat dalam pikiran anda.

Sebuah studi membandingkan beberapa anak kecil dari Inggris dengan anak dari sebuah suku di Nambia. Dalam bahasa Inggris, anak kecil ini biasanya belajar 11 warna dasar (hitam, putih, abu-abu, merah, hijau, biru, kuning, pink, jingga, ungu dan coklat) namun dalam bahasa Himba, hanya ada lima warna. Sebagai contoh, mereka menggabungkan merah, jingga dan pink dalam satu nama, yaitu serandu.

Bila anda menunjukkan kartu pink pada balita Himba lalu menunjukkan kartu merah, lalu bertanya apakah kartunya sama? sang anak akan bilang ya – karena keduanya serandu. Sama juga bila anda menunjukkan kulit telur, lalu satu jam kemudian ditunjukkan tulang, dan ditanya apakah kartunya sama seperti sebelumnya. Sekarang, kembali, mereka bisa melihat warnanya; bila anda menunjukkan kedua kartu bersama-sama, berdampingan, balita Inggris maupun Himba akan mengatakan kalau keduanya berbeda. Namun tidak ketika mereka melihatnya satu demi satu.

Namun, jika anda mengajarkannya nama baru untuk warna tersebut, yang ini pink dan yang itu merah, baru mereka dapat membedakannya ketika melihat, tanpa harus ada pembanding. Sama seperti cewek atau penghias interior yang dapat segera mengetahui warna kulit telur yang berbeda dengan warna gading ketika ia melihatnya di dinding, sementara cowoknya tidak dapat membedakannya tanpa ditodong. Kemampuan mengenali warna datang dari namanya.

Begitu juga, bahasa Turki dan bahasa Rusia keduanya membagi warna biru menjadi dua warna berbeda, biru yang lebih gelap dan lebih terang. Karenanya penutur bahasa ini lebih baik dalam membedakan warna ketika ditanya “apakah biru yang ini sama dengan biru yang tadi?” Lebih aneh lagi, ketika menguji penutur Rusia, mereka menemukan kalau dengan memberikan mereka pengalihan verbal (meminta mereka mengingat sederetan angka sambil melakukan uji warna), keunggulan ini lenyap. Bagian otak yang mengolah bahasa lah yang membantu mereka “melihat” warnanya.

 

sumber

5 Insane Ways Words Can Control Your Mind | Cracked.com

 

Referensi lanjut:

Mark Changizi The Colorful Smell of Richard Dawkins. Psychology Today, June 16, 2010

Roberson, Debi; Davidoff, Jules; Davies, Ian R. L.; Shapiro, Laura R. The Development of Color Categories in Two Languages: A Longitudinal Study. Journal of Experimental Psychology: General (Vol. 133, No. 4) Pages 554-571

E Ozgen, I R L Davies. Do linguistic categories affect colour perception? A comparison of English and Turkish perception of blue, Perception 26 ECVP Abstract Supplement

Jonathan Winawer, Nathan Witthoft, Michael C. Frank, Lisa Wu , Alex R. Wade , and Lera Boroditsky Russian blues reveal effects of language on color discrimination. PNAS May 8, 2007 vol. 104 no. 19 7780-7785.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.