Amonia yang melimpah membantu asal usul kehidupan
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Rabu, 18 Mei 2011 - Sebuah penemuan penting telah dilakukan dengan melihat persediaan molekul yang mungkin tersedia bagi Bumi purba.
Para ilmuan dipimpin oleh Sandra Pizzarello, seorang profesor riset di Arizona State University, menemukan sejumlah besar amonia pada asteroid Antartika primitif. Konsentrasi amonia yang tinggi ini dapat bertanggung jawab atas sumber berkelanjutan nitrogen reduksi yang mendasar bagi kimia kehidupan. Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada awal maret 2011 kemarin.
Penemuan molekul mengandung nitrogen dengan konsentrasi tinggi dalam lingkungan asteroid yang ditunjukkan studi ini sangat provokatif. Selain gas mulia, nitrogen adalah unsur keempat paling melimpah di matahari dan alam semesta secara keseluruhan. Di Bumi, ia adalah unsur tak terpisahkan dari biosfer, mendasar bagi DNA, RNA dan protein, yaitu dibutuhkan untuk transfer informasi kehidupan dan proses katalitis.
“Semua teori asal usul kehidupan harus mempertimbangkan sumber berkelanjutan nitrogen reduksi, untuk membuat asam amino dan basa nukleat,” jelas Pizarello, yang bekerja di Jurusan Kimia dan Biokimia Kampus Sains dan Seni Bebas ASU.
Di Bumi purba, di sisi lain, cadangan prebiotik nitrogen reduksi diperlukan untuk pembentukan biomolekul mengandung N sulit untuk diramalkan. Hipotesis atmosfer reduksi pada awalnya memungkinkan satu kelimpahan amonia yang cukup dan jalur evolusi yang sesuai untuk produksi asam amino (misalnya dengan proses tipe Urey-Miller). Walau begitu, bukti geokimia saat ini adalah atmosfer Bumi purba bersifat netral, digabungkan dengan perusakan fotokimia amonia yang diketahui, menyisakan skenario prebiotik ini berjuang untuk mempertimbangkan cadangan amonia yang konstan.
Pengiriman amonia eksogen yang melimpah mungkin berpengaruh signifikan dalam membantu evolusi molekuler Bumi purba, karena kita menduga kalau ia berpartisipasi dalam sejumlah reaksi abiotik maupun prebiotik.
Juga menarik untuk dicatat kalau artikel PNAS ini dimungkinkan berkat penemuan meteorit asteroid mengandung amonia yang sangat lestari ini di Antartika. Es Antartika adalah perawat meteorit yang sangat baik. Setelah sebuah meteorit jatuh – dan meteorit telah berjatuhan sepanjang sejarah Bumi – ia segera tertutup salju dan terkubur dalam es. Karena es ini berada dalam gerakan yang konstan, ketika mereka terbawa ke sebuah gunung, mereka akan mengalir menuruni lembah dan membawa meteorit ke permukaannya.
Sumber berita :
Referensi jurnal:
S. Pizzarello, L. B. Williams, J. Lehman, G. P. Holland, J. L. Yarger. Abundant ammonia in primitive asteroids and the case for a possible exobiology. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2011; DOI: 10.1073/pnas.1014961108
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
