Diposting Selasa, 17 Mei 2011 jam 12:40 pm oleh Evy Siscawati

Poliandri

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 17 Mei 2011 - Sekarang banyak cewek yang protes dengan poligami. Katanya kenapa cowok boleh poligami sementara cewek gak boleh. Berikut ditunjukkan beberapa aspek menarik mengenai poliandri, alias satu cewek kawin dengan banyak cowok.


 

Menurut inskripsi yang menjelaskan mengenai reformasi oleh raja Sumeria, Urukagina dari Lagash (sekitar 2300 SM), ia mengatakan telah menghapus budaya masyarakat poliandri di negaranya, sehingga wanita yang menikah dengan banyak pria akan dihukum rajam sebagai sebuah kejahatan.

Poliandri pada hubungan manusia terjadi atau telah terjadi di Tibet; Artik Kanada, bagian utara Nepal, Nigeria, Bhutan, bagian India (Ladakh, Jaunsar-Bawar, Nair, Theeya, Toda, Nishi dan Zanskar), Nymba, Sri Lanka dan beberapa masyarakat Polinesia pra kontak, walaupun mungkin hanya pada wanita kasta tinggi di Polinesia. Ia juga ditemukan di beberapa daerah Yunan dan Sichuan China, diantara masyarakat Mosuo di China dan beberapa masyarakat Sub sahara seperti Maasai di Kenya dan Tanzania utara serta masyarakat asli Amerika. Poliandri juga dipraktekkan pada Guanche, masyarakat asli kepulauan Kenari, hingga mereka punah.

Poliandri juga ditemukan dalam primata lainnya selain manusia. Beberapa monyet dunia baru, seperti marmoset Goeldi, diamati hidup dalam kelompok poliandri. Walaupun satu kelompok dapat memiliki lebih dari satu betina, betina dominan menekan ovulasi subordinatnya, menyebabkan dirinya sebagai satu-satunya betina yang mampu bereproduksi. Seekor betina marmoset Goeldi melahirkan lebih dari satu keturunan, dan telurnya dibuahi secara terpisah lebih dari satu jantan. Investasi paternal tinggi dalam marmoset Goeldi, dan jantan sering membawa anak di punggungnya bahkan bila ia bukan ayah sang anak. Telah disarankan kalau perkawinan jantan ganda berhubungan dan memaksa kerjasama dalam perawatan tiap anak. Walau begitu, penelitian yang memberi tanda dan melacak marmoset Goeldi seiring waktu menemukan kalau jantan yang tidak berhubungan yang bermigrasi ke kelompok baru bekerjasama dalam merawat anak. Dengan cara ini, betina pun memilihnya sebagai salah satu suami dan keturunan menjadi lebih banyak.

Penelitian terbaru menyarankan kalau poliandri adalah struktur sosial dominan dalam subfamili Callitrichidae pada monyet dunia baru.

Ada dua bentuk hubungan poliandri pada dunia hewan. Tipe pertama dimana betina berperan kurang lebih sama seperti jantan dalam spesies poligini, menguasai wilayah yang besar dimana beberapa jantan membangun sarang. Betina bertelur di semua sarang dan berperan kecil dalam perawatan anak. Contoh tipe ini adalah Jacana utara dan beberapa jenis burung tanah lainnya. Tipe kedua adalah sekelompok dua atau lebih jantan (yang bisa berkerabat ataupun tidak) dan satu betina secara kolektif merawat satu sarang. Situasi ini ditunjukkan oleh elang Galapagos dan lebih mirip dengan poliandri fraternal di dunia manusia, dimana satu perempuan menikahi beberapa laki-laki yang bersaudara. Kedua bentuk ini mencerminkan situasi sumberdaya yang berbeda: poliandri dengan perawatan orang tua bersama lebih mungkin dalam lingkungan yang sangat sulit, dimana usaha lebih dari dua orang tua dibutuhkan untuk memberikan kemungkinan merawat anak lebih besar daripada hanya dua orang tua.

Sumber

Wikipedia. Polyandry.

Referensi lanjut

  1. Goldman I, 1970 Ancient Polynesian Society. Chicago: University of Chicago Press
  2. Mohanty, P.K. (2006). Encyclopaedia Of Scheduled Tribes In India (5 Vols.). Gyan Publishing House.
  3. “On Polyandry”. Popular Science (Bonnier Corporation) 39 (52): 804. October 1891.
  4. The Last of the Maasai. Mohamed Amin, Duncan Willetts, John Eames. 1987. Page 86-87. Camerapix Publishers International.
  5. Thomas, N. 1987. “Complementarity and History: Misrecognizing Gender in the Pacific.” Oceania, 57(4):261-270
  6. Walter Wink, 1992. Engaging the powers: discernment and resistance in a world of domination
  7. Whittington, Dee (December 12, 1976). “Polyandry Practice Fascinates Prince”. The Palm Beach Post.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.