Diposting Minggu, 15 Mei 2011 jam 6:23 pm oleh Evy Siscawati

Separuh Massa Galaksi Bima Sakti Tidak Ditemukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 15 Mei 2011 -


 

Lupakan materi gelap, energi gelap atau zat hipotesis lainnya yang diajukan untuk mengisi celah penyusun alam semesta. Ada yang lebih masalah lagi di dekat pintu kita. Ketika kita melihat atom sehari-hari di galaksi kita – yang menyusun bintang, planet dan manusia – sekitar separuh yang kita duga ada sebelumnya ternyata hilang.

Jika materi yang lenyap ini tidak ada di jantung perkotaan galaksi kita, ia mungkin ada di pinggirannya. Dalam ketiadaan debu untuk mengkatalis formasi molekul di daerah tanpa bintang ini, hidrogen yang ada di sini mungkin tetap dalam bentuk atom yang dingin sehingga sulit dilihat dengan teleskop radio. Setidaknya inilah tebakan terbaik para ilmuan. “Kami tidak tahu bagaimana perilaku daerah ini,” kata Isabella Grenier dari CEA Saclay di Gif-sur-Yvette, Perancis.

Survey radio menunjukkan kalau cakram gas yang mengembang demikian memang ada di sekitar galaksi lain, dan dapat membuat perbedaan besar pada jumlah materi di luar sana, kata George Heald dari Lembaga Astronomi Radio Belanda di Dwingeloo. Sejauh ini, objek yang paling jelas menunjukkan hal ini  adalah sebuah galaksi spiral bernama NGC 891, sekitar 30 juta tahun cahaya dari Bumi. Cakramnya memperbesar jumlah hidrogen di galaksi tersebut sekitar 20 sampai 50 persen. Pada sebagian besar galaksi cakram ini hanya menyumbangkan beberapa persen saja. “NGC 891 mungkin kasus khusus, bukan hal yang biasanya,” kata Heald.

Signifikansi sesungguhnya dari cakram tersebut mungkin ada dalam menemukan jalan ke reservoir lain yang menyimpang materi yang hilang: ruang antar galaksi. Gagasan kontroversialnya adalah medium antar galaksi tidaklah kosong, namun terisi gas yang sangat difus yang disebut medium antar galaksi hangat-panas (Warm-Hot Intergalactic Medium – WHIM) dimunculkan. Tahun lalu, Taotao Fang dari Universitas California, Irvine dan koleganya menggunakan perangkat teleskop sinar X, Chandra NASA dan XMM-Newton ESA, untuk mengklaim bukti yang paling meyakinkan mengenai eksistensinya. Sinar X yang dipancarkan oleh lubang hitam supermasif di galaksi jauh terlihat lenyap saat berjalan menembus ruang antar galaksi yang terlihat kosong, menyarankan kalau medium ini memiliki kepadatan hana enam atom per meter kubik.

Bila keberadaan WHIM benar, ia akan menambahkan spekulasi adanya hubungan antara WHIM dengan cakram gas yang diamati di sekitar galaksi spiral – salah satu yang dapat mengarahkan ulang gagasan kita secara mendasar tentang bagaimana galaksi terbentuk. “Dua puluh tahun lalu, anda diajarkan kalau galaksi terbentuk dari penyatuan dan tabrakan,” kata Granier. “Sekarang, kami menduga kalau galaksi spiral terus menerus diberi makan oleh medium antar galaksi dengan materinya.” Proses ini disebut akresi dingin yang berarti galaksi spiral sekarang tidak akan kabur dan musnah, seperti yang diyakini kosmologi konvensional. Dengan menyedot materi segar, mereka dapat memastikan pemulihan dalam usia yang cukup tua.

Sumber

New Scientist, 23 April 2011, hal. 34

Referensi jurnal

Taotao Fang, David A. Buote, Philip J. Humphrey, Claude R. Canizares, Luca Zappacosta, Roberto Maiolino, Gianpiero Tagliaferri, and Fabio Gastaldello. Confirmation of X-ray Absorption by Warm-Hot Intergalactic Medium in the Sculptor Wall. The  Astrophysical Journal, vol 714, p 1715

Tom Oosterloo, Filippo Fraternali, and Renzo Sancisi. The Cold Gaseous Halo of NGC 891. The Astronomical Journal, vol 134, p 1019

W. D. Langer, T. Velusamy, J. L. Pineda, P. F. Goldsmith, D. Li and H. W. Yorke. C+ detection of warm dark gas in diffuse clouds. Astronomy and Astrophysics, vol 521, p L17

Isabelle A. Grenier , Jean-Marc Casandjian and Régis Terrier. Unveiling Extensive Clouds of Dark Gas in the Solar Neighborhood. Science, vol 307, p 1292

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.