Diposting Minggu, 15 Mei 2011 jam 5:32 pm oleh Evy Siscawati

Asal Usul Bahasa

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 15 Mei 2011 -


 

Bahasa lisan terdiri dari tiga bagian nyata: fonem, morfem dan grammar. Ia bersifat simbolik: suara atau bentuk mengandung gagasan. Bahasa tubuh seperti bahasa isyarat Amerika juga menggunakan simbol untuk menyatakan gagasan. Bahasa tertulis sendiri baru berusia 6 ribu tahun.

Ucapan manusia melibatkan laring, glotis, lidah dan kotak suara. Di laring, glotis dibatasi oleh kotak suara. Ketika udara melewati glotis, kotak suara bergetar, menghasilkan suara. Suara dikendalikan oleh kecepatan suara, tenggorokan dan bentuk mulut serta posisi lidah dan laring.

Pada mamalia dan bayi manusia, laring berada tinggi di tenggorokan dimana ia memisahkan udara dan jalur makanan, membuat ia mampu makan dan bernafas sekaligus. Setelah balita, laring manusia turun ke tenggorokan. Di sini ia menciptakan sejumlah besar suara namun menyebabkan kita tidak dapat makan dan bernapas sekaligus. Secara evolusi, ini berarti kebutuhan menghasilkan lebih banyak suara melebihi resiko tersedak.

Kapan anatomi tenggorokan modern muncul? Otot tenggorokan tertempel ke hyoid, sebuah tulang melayang di tenggorokan. Bentuk dan posisi hyoid mempengaruhi posisi laring dan lidah, yang pada gilirannya mempengaruhi ucapan. Sebuah hyoid Neandertal yang ditemukan di Kebara, Israel, berbentuk tepat seperti manusia modern.

Para peneliti merekonstruksi posisi laring dari tampilan di dasar tengkorak. Pada fosil manusia purba, laring berada tinggi di tenggorokan, sehingga membatasi jangkauan suara yang mungkin. Bila leluhur kita memang memiliki bahasa lisan, mereka hanya dapat bersuara lebih terbatas daripada manusia modern.

Anatomi dan organisasi otak juga merupakan faktor pengucapan. Dari beberapa pusat bahasa di otak, dua diantaranya yaitu daerah Broca dan daerah Wernicke, berada dekat bagian belahan tengah dan kiri otak di daerah perisilvian. Kerusakan pada daerah Broca menyebabkan kesulitan menghasilkan sintaks; orang dapat memahami kata-kata namun tidak dapat mengkombinasikannya dalam kalimat yang koheren dan benar secara gramatikal. Kerusakan pada daerah Wernicke menyebabkan kesulitan mengenali kata-kata yang familiar atau kesalahan dalam memahami makna ucapan. Bila kedua daerah rusak, orang tidak dapat menghasilkan dan tidak dapat pula memahami ucapan. Para peneliti mempelajari endokast fosil untuk menentukan kapan daerah bahasa ini dan lainnya berevolusi pada manusia purba.

Sumber

Donald Johansson. Becoming Human.

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.