Diposting Jumat, 13 Mei 2011 jam 7:39 pm oleh Evy Siscawati

Meiosis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 13 Mei 2011 -


Proses pembentukan sel gamet dari sel somatik disebut meiosis. Pembentukan sel dilakukan dengan cara pembelahan sel, sama seperti bakteri. Hanya saja sel induk yang diploid menghasilkan sel anak yang haploid, bukannya diploid. Proses ini terdiri dari dua tahap dan terjadi di dalam organ reproduksi manusia.

Tahap pertama : Pembentukan kromosom gabungan

Kromosom memiliki kromatid. Kromatid yang homolog ini dalam tahap pertama saling terpaut. Di lokasi kromosom saling paut ini, dapat terjadi pindah silang, dimana kromosom pecah dan bergabung dan berubah kombinasinya karena berikatan lagi dengan bagian kromosom homolognya, bukannya bagian asalnya. Terbentuklah kromosom gabungan.

Tahap kedua : Pembelahan reduksi

Kromosom-kromosom homolog bergerak acak. Hasil dari pergerakan acak ini adalah berpusatnya separuh kromosom ke kutub utara sel, dan separuhnya lagi ke kutub selatan sel. Khatulistiwa kemudian terbelah dan terbentuklah dua buah sel. Satu sel berasal dari belahan utara sel induk, satu sel lagi berasal dari belahan selatan sel induk. Setiap sel hanya memuat separuh dari jumlah kromosom sel induk yang telah dilepas-lepas lalu dipasangkan kembali secara acak dalam tahap pertama. Karenanya dua sel kelamin hampir tidak mungkin memiliki kombinasi kromosom yang sama.

Kembali menjadi diploid

Ketika sel gamet ini dilepas lewat ML, maka sel gamet si cowok (spermatozoa) dan sel gamet si cewek (telur) akan bertemu di dalam tubuh si cewek (calon ibu). Jika tidak ada halangan, maka spermatozoa dan telur ini akan melebur kembali. Karena masing-masing adalah haploid maka hasil peleburan akan menjadi diploid lagi dan pada gilirannya menjadi janin. Sel diploid ini akan terus membelah, tapi tidak secara meiosis. Ia membelah biasa menjadi dua sel diploid, terus menerus hingga jadilah bayi. Jreeng, anakpun tercipta.

Karena kombinasi kromosom di tiap sel gamet dapat dikatakan terbentuk secara acak, dan selama prosesnya ada kesalahan yang disebut mutasi, maka hasilnya adalah anak yang murni tidak terprediksi. Walau begitu, tetap saja sang anak ini merupakan gabungan dari sifat kedua orang tuanya, dan sedikit sekali sifat baru yang berasal dari mutasi.

Sumber :

Ernst Mayr. 2001. What Evolution Is.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.