Diposting Jumat, 13 Mei 2011 jam 7:09 pm oleh Evy Siscawati

Keseimbangan Tekanan Seleksi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 13 Mei 2011 -


 

Seiring berubahnya kondisi lingkungan, satu spesies dapat lestari sementara spesies lain dapat punah. Hal ini telah terjadi selama sejarah biologi di Bumi ini. Berikut dua contoh bagaimana lingkungan dan seleksi alam menyebabkan keanekaragaman spesies.

Kala Pliosen

Pada kala Pliosen, iklim di Amerika Utara menjadi lebih kering. Akibatnya, rumput yang kasar menjadi dominan. Rumput kasar ini susah dimakan oleh herbivora dari kala sebelumnya seperti kuda. Hasilnya,  kuda pemakan daun lunak pun punah. Sebagian mereka yang lestari adalah kuda yang mengalami mutasi yang mengakibatkan mereka mampu memakan rumput kasar, yaitu hypsodont. Kemampuan ini ditunjukkan oleh bentuk giginya yang lebih tinggi dari kuda sebelumnya. Mereka umumnya memakan rumput kasar, tapi mampu pula memakan rumput lunak. Ketika iklim menjadi lebih basah, rumput kasar berkurang dan rumput lunak bertambah banyak. Hypsodont cukup mengganti diet mereka dengan memakan rumput lunak. Gigi mereka yang tinggi tetap dipertahankan sebagai tampilan sisa dari sejarah evolusinya.

Masa Modern

Contoh populer evolusi klasik adalah ngengat merica hitam dan putih (Biston betularia). Sebelum revolusi industri di masa pertengahan, ngengat yang banyak muncul adalah ngengat merica putih. Mereka terhindar dari predator. Namun revolusi industri muncul dan terjadi banyak polusi. Jumlah ngengat merica putih menurun drastis dan ngengat hitam menjadi berkembang biak dengan mudah. Di masa modern, negara maju berusaha sebisa mungkin mengurangi polusi lingkungan. Akibatnya populasi ngengat merica hitam menurun drastis.

Sumber :

Ernst Mayr. 2001. What Evolution Is.

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.