Diposting Kamis, 12 Mei 2011 jam 2:34 pm oleh Evy Siscawati

Terapi Gen

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 12 Mei 2011 -


 

Salah satu orang pertama yang dirawat dengan terapi gen adalah Ashanti DeSilva tahun 1990. Ashanti adalah seorang anak yang selalu sakit. Ia menderita SCID (Severe Combined ImmunoDeficiency) atau penyakit defisiensi kekebalan tubuh akut. SCID adalah penyakit genetik. Ashanti menderita SCID karena mewarisi duplikat gen cacat di kromosom 20 dari kedua orang tuanya. Akibatnya, tubuhnya tidak mampu menghasilkan ADA (Adenosin DeAminase), sebuah enzim yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh.

Para ilmuan mengambil sampel sel darah putih Ashanti lalu memasukkan duplikat gen ADA normal ke dalam DNA di sel darah putih tersebut. Sel-sel darah putih yang telah diperbaiki tersebut kemudian disuntikkan kembali ke tubuh Ashanti dan berkembang biak di dalam jaringan darahnya. Setelah beberapa bulan kemudian, hidup Ashanti menjadi lebih cerah dan penyakit SCID yang dideritanya lenyap. Seluruh sel darah putih ditubuhnya telah menjadi keturunan dari sel darah putih dengan gen ADA normal yang telah disuntikkan ilmuan sebelumnya.

Kisah Ashanti DeSilva menunjukkan kesuksesan terapi gen dalam merawat penyakit keturunan pada manusia. Penyakit sistem peredaran yang paling umum,  artheriosklerosis, juga telah mampu dirawat dengan terapi gen, begitu pula berbagai penyakit sistem peredaran berbasis genetik lainnya.

Sayangnya terapi gen sangat rumit, individual, dan tentunya mahal. Terapi gen memang masih tahap bayi, tapi sebagian pihak terlalu membesar-besarkannya. Mudah-mudahan dalam beberapa puluh tahun ke depan, prosedur yang cepat, murah dan mudah dapat dilakukan sehingga semakin banyak orang dapat diobati dengan terapi gen.

Referensi

Anderson, W.F. 1995. “Gene Therapy.” Scientific American, 274: 124-128

Gibbons, G.H., Dzau, V.J. 1996. “Molecular Therapies for Vascular Disease,” Science, 272: 689-693

Marshall, E. 1995. “Less Hype, More Biology Needed for Gene Therapy.” Science, 270:1751.

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.