Diposting Kamis, 12 Mei 2011 jam 2:12 pm oleh Evy Siscawati

Otak Besar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 12 Mei 2011 -


 

Mengapa otak kita begitu besar? Manusia, seperti kebanyakan primata, harus mempelajari skill kesintasan dan sosial kompleks. Karena kelahiran akan mustahil secara fisik bila kepala bayi sangat besar, maka ketika lahir, otak bayi manusia tumbuh begitu cepat secara dramatis dalam bulan-bulan pertama kehidupan dan masa perkembangan hingga usia balita terlewati.

Para peneliti percaya kalau ekspansi otak manusia purba dimulai pada genus Homo. Mereka mengajukan banyak hipotesis tentang alasan peristiwa evolusi ini, termasuk perkembangan alat, berburu, aturan sosial kompleks dan bahasa.

Otak kita tersusun secara berbeda dari otak hewan lainnya. Korteks serebral, otak tengah dan otak depan sangat berkembang. Korteks serebral khususnya mengembang secara dramatis dalam ukuran, dengan ruang tambahan untuk penyimpanan ingatan. Emosi, kesadaran dan pemikiran rasional juga berada di sini.

Sebaliknya, daerah otak yang mengendalikan skill motorik lebih kecil pada manusia dibandingkan primata lainnya. Otak juga mengandung daerah asosiasi yang memproses informasi inderawi dari banyak lokasi korteks serebral dan membentuk respon-respon. Pada manusia, informasi ini dikirim ke dua daerah bahasa berbeda di otak, daerah Broca dan daerah Wernicke.

Kapan otak leluhur kita (khususnya korteks serebral) membesar? Otak Australopithecus tidak jauh lebih besar dari kera. Sebaliknya, trend dalam genus Homo, cenderung meningkat drastis.

Antara 2 juta hingga 700 ribu tahun lalu, ukuran otak Homo erectus menjadi dua kali lipat. Peningkatan utama selanjutnya terjadi antara 500 ribu hingga 100 ribu tahun lalu pada Homo sapiens. Peningkatan ukuran ini disertai dengan perbedaan organisasi struktur otak.

Beberapa hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan mengapa otak manusia meningkat ukuran dan kerumitannya. Beberapa peneliti berpendapat kalau ukuran otak meningkat sebagai hasil penggunaan teknologi purba, karena pembuatan alat batu membutuhkan skill motorik halus, ingatan dan perencanaan – semua daerah yang didominasi oleh belahan kiri otak. Sayangnya, kemunculan alat batu pertama justru sebelum ekspansi otak ini.

Peneliti lainnya berpendapat kalau mengingat gerakan hewan  buruan besar untuk makanan hingga setelah ekspansi otak mereka berjalan. Otak yang besar mungkin membantu mempelajari perilaku sosial kompleks. Bila demikian, mengapa otak yang lebih besar berevolusi khusus pada Homo, bukan pada manusia purba yang lebih awal?

Beberapa peneliti berpendapat kalau ekspansi otak berkaitan dengan kemampuan bahasa. Ralph Holloway, yang mempelajari endokast (cetakan) fosil otak, berpendapat kalau bahasa adalah adaptasi manusia purba. Otak terorganisasi sejak awal untuk mengakomodasi kemampuan bahasa, menurutnya, baru setelah itu meningkat ukurannya. Daerah Broca pertama muncul pada endokast australopithecus, dan daerah Wernicke muncul baru pada Homo habilis. Ekspansi otak terjadi terakhir pada Homo erectus.

Sulit mendeteksi banyak tampilan otak di endocast, dan para peneliti tidak sependapat mengenai buktinya. Namun semuanya sependapat kalau otak manusia modern berevolusi dari otak mirip kera leluhur kita yang purba.

Sumber

Donald Johansson. Becoming Human.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.