Diposting Kamis, 12 Mei 2011 jam 1:39 pm oleh Evy Siscawati

Konsep Ras dari sudut pandang Biologi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 12 Mei 2011 -


 

Para ilmuan pernah mencoba menjelaskan perbedaan antar populasi manusia dengan membuat klasifikasi dalam bentuk tipe atau ras, menggunakan karakteristik fisik seperti warna kulit. Walau begitu, kategori ras sekarang tidak lagi dipandang sah secara biologi.

Lingkungan dapat mempengaruhi beberapa tampilan fisik lewat seleksi alam. Warna kulit misalnya, sangat ditentukan oleh jumlah pigmen melanin gelap di bagian bawah sel kulit. Semua manusia memiliki jumlah sel penghasil melanin yang sama banyak; warna kulit tergantung pada jumlah melanin yang dihasilkan sel. Pada manusia dengan sel yang menghasilkan sedikit melanin, kemerahan hemoglobin darah ditunjukkan lewat kulit, membuatnya terlihat merah muda. Orang yang selnya menghasilkan lebih banyak melanin memiliki kulit yang lebih gelap. Melanin menghalangi radiasi ultra violet matahari dan mencegah kanker kulit. Sedikit radiasi ultraviolet memang bagus karena ia merangsang produksi vitamin D di sel tubuh kita.

Karena vitamin D yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat berbahaya, seleksi alam membangun keseimbangan. Di daerah dingin, dimana sedikit radiasi ultraviolet datang, kulit dengan melanin lebih sedikit dapat menghasilkan vitamin D lebih banyak; di daerah hangat, dimana radiasi ultraviolet tinggi, lebih banyak melanin di kulit mencegah produksi vitamin D yang terlalu banyak.

Penggunaan warna kulit sebagai sifat penentu populasi tunggal menghalangi variasi menarik lainnya. Bentuk hidung, misalnya, bervariasi antar populasi dan juga tergantung pada iklim. Orang dengan hidung sempit dan tinggi tonjolan antar kedua matanya, dapat lebih baik dalam melembabkan udara yang mereka hirup dalam iklim kering; orang yang leluhurnya berevolusi di lingkungan lebih lembab cenderung memiliki hidung lebar dan rendah tonjolannya. Pola variasi ini tidak berkorelasi dengan warna kulit.

Mustahil menyusun sebuah klasifikasi tunggal spesies manusia. Skema klasifikasi rasial menjelaskan sedikit saja variasi genetika manusia di Bumi: 90% variasi manusia total terjadi di dalam ras, dan hanya 10% yang antar ras. Ini artinya, ada jauh lebih banyak variasi genetik dalam satu ras ketimbang di antara banyak ras. Setiap populasi lokal mengandung 85% variasi yang terlihat pada semua manusia; ada jauh lebih banyak variasi genetik dalam populasi lokal ketimbang diantaranya.

Para ilmuan tidak berusaha menolak ketidakadilan sosial dengan menolak kalau ras adalah sebuah klasifikasi biologis yang sah. Manusia memang memiliki variasi biologis, namun variasi ini sendiri tidak dapat dipilah menjadi kategori yang tegas. Ras memiliki makna sebagai konsep budaya, bukan konsep biologis. Orang dari berbagai penjuru dunia memiliki tradisi etnis yang kaya yang memubat budaya mereka unik

Sumber

Donald Johansson. Becoming Human.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.