Diposting Rabu, 11 Mei 2011 jam 2:08 pm oleh Evy Siscawati

Teka-teki Neandertal

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 11 Mei 2011 -


 

Menurut Fred Smith, seorang paleoantropolog, detail anatomi menunjukkan kontribusi neandertal. Sementara itu menurut Anne Stone, seorang genetikawan, neandertal lebih merupakan sepupu manusia ketimbang leluhur langsung kita.

Neandertal adalah manusia purba yang sepenuhnya berjalan tegak. Mereka hidup di Eropa dan Timur Tengah pada masa zaman es terakhir. Mereka berburu dengan tombak, menggunakan api, berpakaian dan memakai perhiasan, dan menguburkan sesamanya. Penanda otot kekar pada kerangka Neandertal menunjukkan kekuatan mereka, namun bukan semata kekar menurut stereotipe populer. Dengan otak yang lebih besar, gigi dan rahang tegar, tonjolan alis yang besar, hidung besar dan menonjol serta tengkorak panjang dan rendah, mereka memiliki anatomi yang sangat berbeda dengan manusia modern. Pada 35 ribu tahun lalu, Neandertal telah lenyap, entah karena punah atau saling kawin dengan manusia modern.

Beberapa ilmuan yakin kalau Neandertal adalah spesies berbeda, Homo neanderthalensis. Bila memang demikian, persilangan dengan manusia modern tidaklah mungkin. Yang lain berpendapat kalau Neandertal adalah varian regional (Homo sapiens neanderthalensis) dari spesies kita sendiri yang semata menjadi punah. Aliran gen antar daerah mungkin bersifat sporadis pada zaman es; setidaknya sebagian populasi Neandertal dapat terisolasi. Neandertal dan kita hidup bersama di Timur Tengah selama ribuan tahun dan memiliki perilaku budaya yang serupa; mungkin pula mereka saling kawin.

DNA mitokondria (mtDNA) yang diambil dari sebuah spesimen Neandertal yang tidak diketahui usianya telah dibandingkan dengan sampel mtDNA manusia modern dari berbagai penjuru dunia.

Spesimen Neandertal ternyata jauh lebih berbeda dari manusia modern ketimbang antara sesama manusia modern. Beberapa peneliti memandang penemuan ini sebagai bukti kalau Neandertal adalah spesies yang berbeda dari manusia modern, dengan berpendapat kalau Neandertal berpisah dari silsilah manusia setidaknya 500 ribu tahun lalu. Peneliti lain menekankan kalau sampel Neandertal dan manusia modern tersebut hanya terpisah 35 ribu tahun, sementara manusia modern telah berevolusi dan berbagi gen satu sama lain selama masa tersebut. Terlalu awal, menurut mereka, untuk mengetahui apakah bukti DNA Neandertal itu bermakna.

Sumber

Donald Johansson. Becoming Human.

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.