Diposting Rabu, 11 Mei 2011 jam 2:17 pm oleh Evy Siscawati

Misteri Batu Bergerak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 11 Mei 2011 -


Dalam acara lain di televisi pendidikan, ditunjukkan bagaimana seorang wanita dapat mendorong kereta api sendirian. Kereta api raksasa ini dapat didorong karena gesekan yang luar biasa kecil di relnya. Dan memang demikianlah yang terjadi pada kasus batu bergerak. Permukaan lahannya sangat licin karena adanya cyanobacteria dan endapan lapisan tanah liat. Hanya saja, sang wanita disini digantikan oleh angin lurus dan angin putar. Angin lurus mendorong maju, angin putar membelokkan batu.

Bukan kereta yang ini

Tapi yang ini

Sudah sejak tahun 1996, Bacon, Cahill dan Tombrello, menemukan petunjuk fenomena ini dari  Danau Owens. Fenomena ini berupa angin mendadak dengan kecepatan 40 meter per detik. Angin memang medium transportasi yang lemah, karena hanya mampu mengangkat bahan berukuran pasir. Walau begitu, pusaran angin telah ditunjukkan (baik di alam maupun secara eksperimen) memiliki kemampuan membawa partikel dengan ukuran lebih besar. Kemampuan ini dimunculkan oleh gradien tekanan barometrik besar pada angin yang berputar. Kecepatan angin lurus di lokasi batu berjalan sebanding dengan angin cepat di Danau Owens lalu diperkuat dengan konfigurasi topografi dan elevasi yang semakin naik di jalur batu. Selain itu, kemungkinan pembentukan angin mendadak meningkatkan kemampuan peristiwa traksi yang disebabkan aliran udara, dan aktivitas batuan bebas berat atau bentuk batu.

Bulan Juli dan Desember 1996, para ilmuan yang mempelajari angin di Lembah Mati (Death Valley) menemukan kalau bahan-bahan berukuran kerikil tertiup angin dan tergeser di sisi-sisi kendaraan riset. Dengan temuan ini, tidaklah sulit membayangkan kalau iklim angin lokal dapat menghasilkan efek yang lebih dramatis lagi. Dengan permukaan yang hampir bebas gesekan, seperti yang kita temukan setelah hujan deras atau influks air yang sama lewat selokan dan aliran bawah tanah, jalur batu pasti merupakan tempat yang dinamis pada saat peristiwa angin kuat.

Kebijakan Taman Nasional melarang studi intrusif di lokasi ini serta lokasi Taman Nasional lainnya sehingga ilmuan hanya dapat melakukan studi observasi non intrusif. Ilmuan tidak dapat melakukan pengukuran langsung jangka panjang di lokasi batu berjalan karena peraturan Taman Nasional. Inilah yang membuat kenapa fenomena batu berjalan di Death Valley dipandang misterius dan terkenal di penjuru dunia. Mungkin hal ini disengaja, seperti banyak objek wisata lainnya di dunia, untuk menarik minat wisatawan yang senang dengan misteri.

Kesimpulan proyek penelitian ilmiah pada batu bergerak di Death Valley adalah karena angin. Ya, hanya angin yang bekerja sendirian di lahan jenuh permukaan playa yang tidak beku. Kejenuhan ini dapat dicapai setelah peristiwa presipitasi lokal dan atau sebagai hasil pelepasan air tanah lewat sungai-sungai di sekitarnya. Adanya cyanobacteria dan endapan lapisan tanah liat halus di lahan ini membantu proses berpindahnya batuan dengan menciptakan permukaan sangat rendah gesekan. Angin putar menyebabkan perpindahan dan pembelokkan jalur batuan di playa. Aliran udara sangat dipengaruhi oleh elevasi, kedataran dan konfigurasi lahan di sekitar jalur batu, yang terbukti dengan kecenderungan batuan mengarah ke utara dan timur laut, ketimbang daerah lainnya.

 

 

Referensi

Wikipedia. Sailing Stones

Planet Oddity. The Mysterious Sailing Stones of Death Valley

Scientifica News. Juni 2010. Scientific Unknowns Sailing Stones

referensi lanjut

Bacon, D., Cahill, T. and Tombrello, T.A. 1996. Sailing Stones on Racetrack Playa. Journal of Geology, 104: pp.121-125.

Messina, P., 1998, The Sliding Rocks of Racetrack Playa, Death Valley National Park, California: Physical and Spatial Influences on Surface Processes. Disertasi doktor, Department of Earth and Environmental Sciences, City University of New York, New York. University Microfilms, Incorporated, 1998.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.