Diposting Rabu, 11 Mei 2011 jam 1:39 pm oleh Evy Siscawati

Mengapa Manusia Mengubur Jenazah?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 11 Mei 2011 -


 

Saat ini kita mengubur jenazah atas banyak alasan. Penguburan melindungi mayat dari pemakan bangkai dan mengurangi bau tidak sedap. Sebagian kebudayaan manusia percaya kalau sebuah jenazah hanyalah benda biasa ketika kehidupan telah meninggalkannya. Kebudayaan lain percaya kalau jenazah adalah sesuatu yang suci dan harus disiapkan secara khusus, berdasarkan penghargaan atau rasa takut. Ada juga kebudayaan yang mengatakan bahwa jenazah harus tetap dipertahankan sehingga jiwa orang mati dapat menggunakannya di alam baka.

Apakah Neandertal atau manusia purba awal percaya adanya hidup sesudah mati? Tanpa adanya informasi tertulis, para peneliti memeriksa barang-barang di kuburan dan posisi jasad untuk mendapat petunjuk. Fakta kalau seorang laki-laki dikuburkan dengan mata tombak, misalnya, dapat menunjukkan adanya tujuan mempersenjatainya di alam kubur, namun tidak mungkin kita memperoleh penafsiran yang mutlak benar. Beberapa peneliti mempertanyakan apakah Neandertal sengaja mengubur rekannya. Beberapa lokasi, walau begitu, mengandung barang-barang kuburan maupun jasad yang terkubur dalam posisi melipat, terlalu tidak masuk akal untuk semata kebetulan.

Contoh penguburan manusia purba adalah kuburan yang digali di Shanidar, Irak tahun 1960. Sampel tanahnya mengandung serbuk sari delapan jenis bunga, menunjukkan kalau jasad dikubur bersama bunga-bunga sebagai aksesori pemakaman.

 

Sumber :

Donald Johansson. Becoming Human.

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.