Diposting Rabu, 11 Mei 2011 jam 1:24 pm oleh Evy Siscawati

Manusia Purba dan Alat Batu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 11 Mei 2011 -


 

Alat batu mulai muncul dalam catatan fosil sekitar 2,5 juta tahun lalu di Afrika Timur. Mereka merupakan alat-alat sangat sederhana seperti batu serpih, batu berlubang, kapak genggam dan manuport. Para ilmuan memeriksa bukti kalau ia dibuat dan mencipta ulang peralatan ini untuk memahami tujuannya.

Pengguna alat batu pertama mungkin beberapa tipe manusia purba di Afrika Timur : Australopithecus boisei, Homo habilis dan Australopithecus garhi yang baru ditemukan. Alat-alat kemudian muncul di Afrika Selatan pada Australopithecus robustus dan Homo purba. siapa pembuatnya: apakah Homo purba, australopithecus atau keduanya? Para peneliti mempelajari anatomi tangan kera dan manusia untuk memperoleh petunjuk. Karena jarinya yang panjang, kera tidak dapat menggenggam batu dengan presisi, tidak pula mereka mampu menggenggam batu cukup kuat untuk melakukan pemukulan seperti palu. Baik Homo maupun australopithecus memiliki jari ynag lebih pendek dan lurus, namun Homo memiliki telapak tangan yang lebih stabil untuk menahan gaya pantul pukulan batu.

Para ilmuan melakukan studi eksperimental untuk merekonstruksi langkah-langkah yang terlibat dalam pembuatan alat batu. Karena tidak semua batu cocok untuk dijadikan alat batu, mereka mempelajari pola patahan pada batuan; beberapa pola patahan bersifat terprediksi, menyisakan ujung tajam; yang lain patah dengan cara yang tidak terduga. Analisa kerusakan karena penggunaan secara mikroskopis membantu menentukan bahan apa yang dipotong oleh alat batu: tulang, kulit, daging atau kayu. Beberapa peneliti berhasil menyiangi bangkai dengan alat batu untuk menentukan apakah tanda potong penjagalan dapat muncul di tulang. Semua studi ini membantu para peneliti memahami perilaku penggunaan alat pada leluhur kita.

Sumber

Donald Johansson. Becoming Human.

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.