Mengapa lebih banyak spesies hidup di hutan hujan Amazon?
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 10 Mei 2011 - Selama lebih dari dua ratus tahun; pertanyaan mengapa ada lebih banyak spesies di daerah tropis telah menjadi teka-teki biologi. Aspek membingungkannya adalah mengapa begitu banyak spesies hidup bersama di daerah kecil di tropis, khususnya di beberapa lokasi di hutan rimba lembah Amazon di Amerika Selatan.
Penelitian terbaru mengenai evolusi dan ekologi katak pohon, diterbitkan online di jurnal Ecology Letters, mengungkapkan cahaya baru pada teka-teki ini. Pola yang ditemukan pada katak pohon dapat menjelaskan kekayaan spesies yang tinggi di kelompok organisme lain – seperti pohon, burung dan serangga – di hutan rimba Amazon.
“Katak pohon adalah kelompok penting untuk dipelajari untuk memahami keanekaragaman amfibi, karena mereka menyusun hampir separuh dari semua spesies amfibi di beberapa lokasi hutan hujan,” kata penulis utama John J. Wiens, seorang asisten profesor di jurusan Ekologi dan Evolusi di Stony Brook University. “Katak pohon juga menawarkan contoh jelas keanekaragaman hayati berskala lokal tinggi di Amazon. Pada beberapa lokasi di hutan rimba Amazon, ada lebih banyak spesies katak pohon di daerah kecil daripada seluruh Amerika Utara atau Eropa.”
Para peneliti mengumpulkan data jumlah spesies katak pohon di 123 lokasi di dunia dan menganalisa data tersebut dengan pohon evolusi terbaru (berdasarkan data barisan DNA) untuk 360 spesies katak pohon. Mereka menemukan kalau kekayaan spesies katak pohon di hutan hujan Amazon tidak dapat dijelaskan semata oleh kondisi iklim tropis yang basah.
“Faktanya, kami menemukan kalau banyak lokasi hutan rimba tropis yang ada di luar lembah Amazon tidak memiliki lebih banyak spesies daripada beberapa lokasi di Amerika Utara,” jelas Dr. Wiens.
Justru, para peneliti menemukan kalau keanekaragaman hayati tinggi di lokasi Amazon berkaitan dengan kelompok katak pohon berbeda yang ada di lembah Amazon selama lebih dari 60 juta tahun – sejak sebelum sebagian besar dinosaurus punah. Sebaliknya, lokasi di hutan rimba tropis yang memiliki jumlah spesies katak pohon relatif sedikit adalah daerah yang relatif baru dikoloni oleh katak pohon.
Hasil ini juga memiliki implikasi penting bagi manusia. “Hasilnya menunjukkan kalau keanekaragaman luar biasa amfibi di beberapa lokasi di lembah Amazon perlu lebih dari 50 juta tahun untuk berkembang,” kata Dr. Wiens. “Jika hutan hujan Amazon dihancurkan dan spesies amfibi dibuat punah akibat aktivitas manusia dalam beberapa dekade mendatang, perlu puluhan juta tahun bagi level keanekaragaman hayati ini kembali muncul.”
Sumber berita :
Referensi jurnal:
John J. Wiens, R. Alexander Pyron, Daniel S. Moen. Phylogenetic origins of local-scale diversity patterns and the causes of Amazonian megadiversity. Ecology Letters, 2011; DOI: 10.1111/j.1461-0248.2011.01625.x
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
