Para Ilmuan Mendemonstrasikan Logika Kuantum Serat
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 8 Mei 2011 - Sebuah tim fisikawan dan insinyur berhasil menunjukkan logika kuantum serat, dimana satu foton dibuat dan digunakan untuk menjadi gerbang logika kuantum NOT-terkontrol dalam serat optik dengan fidelitas tinggi.
Satu-satunya teknologi kuantum yang digunakan secara praktis sekarang adalah kriptografi kuantum dan terbatas dalam jarak dimana komunikasi yang aman dapat terjadi.
Jaringan kuantum yang lebih memuaskan membutuhkan noktah-noktah dengan kemampuan mengimplementasikan pengolahan kuantum berskala kecil untuk meningkatkan jangkauan komunikasi kuantum. Jaringan demikian akan bertopang pada sambungan serat optik, membuat pembangkitan foton berbasis serat dan pengolahan informasi dari hal-hal teknologis yang berperan kunci.
Jeremy O’Brien, Professor fisika dan teknik elektro Universitas Bristol dan rekan-rekannya, telah menunjukkan kalau mungkin untuk gerbang NOT-terkendali serat berfidelitas tinggi beroperasi dengan sumber foton tunggal.
Professor O’Brien mengatakan “Berdasarkan model sederhana kami mampu menyimpulkan kalau ketidaksempurnaan yang ada terutama karena sumber foton, yang berarti gerbangnya sendiri bekerja dengan fidelitas sangat tinggi.”
“Pengolahan informasi kuantum berbasis serat tersebut akan memiliki penerapan penting dalam jaringan kuantum di masa depan.”
Pengolahan informasi kuantum berbasis serat dapat digunakan dalam teknologi kuantum yang kurang dewasa seperti komputasi, komunikasi dan pengukuran mutakhir, serta sains dasar optika kuantum.
Tim ini melaporkan hasilnya dalam edisi Maret 2009 jurnal Physical Review A (Vol 79, No 3).
Sumber berita:
Referensi jurnal:
Alex S. Clark, Jérémie Fulconis, John G. Rarity, William J. Wadsworth, and Jeremy L. O’Brien. All-optical-fiber polarization-based quantum logic gate. Physical Review A, 2009; 79 (3): 030303 DOI: 10.1103/PhysRevA.79.030303
Top of Form
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
