Diposting Minggu, 8 Mei 2011 jam 6:42 pm oleh Evy Siscawati

Bahasa Membuat orang Tidak Mahir dalam Menentukan Arah

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 8 Mei 2011 -


 

Namun katakanlah entah bagaimana anda tidak punya kata “kiri” dalam bahasa anda. Tapi anda tetap punya gagasan tentang seperti apa “belok kiri” kan? Anda hanya perlu kosakata baru untuk itu. Tidak berarti kalau anda kesulitan menemukan rumah hanya karena tidak punya katanya.

Sebenarnya … demikianlah adanya.

Untuk mengetahuinya kita memerlukan subjek uji, dan para ilmuan telah menemukannya, yaitu sekelompok anak tuli di Nikaragua yang menemukan bahasa isyarat mereka sendiri. Bahasa ini, dalam tahap awalnya, tidak punya istilah “kiri” atau “kanan.” Namun orang yang menggunakannya normal – indera mereka yang lain bekerja sama dengan anda. Anda duga kalau walau mereka kesulitan menjelaskan dimana benda ada dalam sebuah ruangan, mereka sama dengan anda atau saya dalam menemukan sesuatu. Ternyata tidak.

Para ilmuan mengajar para pengguna bahasa isyarat ini, menutup matanya, memutarnya dan meminta mereka mencoba menemukan kembali benda yang baru saja mereka lihat tersembunyi dalam ruangan itu. Bagi anda dan sebagian besar orang, itu tes yang sangat mudah – bendanya ada di lantai sebelah kiri jendela. Bagi pengguna bahasa isyarat, hal ini sangat sulit.

Tidak adanya istilah untuk arah seperti “di sebelah kiri jendela,” bukan hanya membuat sulit bagi mereka untuk memberi tahu dimana bendanya – itu bahkan membuat sulit mereka sendiri untuk tahu benda itu ada dimana, sambil mencoba mengingatnya di dalam kepala mereka. Kemampuan mereka menemukan sesuatu ditentukan oleh bahasa mereka. Mereka memang akhirnya menemukannya, namun dalam waktu jauh lebih lambat dan dengan proses yang lebih sulit dari seharusnya. Mereka tidak memiliki bahasa internal untuk mengarahkan diri mereka sendiri dengan baik.

Faktanya bisa lebih aneh lagi. Bila kami meminta anda datang menjemput kami ke rumah anda, dan kami memberi arah  “belok ke utara di stasiun senen, lurus enam persimpangan, lalu belok barat di simpang jalan Sisingamangaraja, lalu ke selatan sampai ke gang Jambu …” mungkin anda akan kesal. Bahkan tanpa kompas, sebagian dari anda tidak akan mampu membedakan mana arah utara dari kamar anda sendiri, belum lagi di kota besar.

Namun anda dapat menyewa seorang pribumi Aborigin Australia dan ia akan segera tahu mana utara, selatan, barat dan timur. Kurang dari satu detik ia tahu ke arah mana ia menghadap. Ia harus tahu, karena dalam bahasa Aborigin Guugu Yimithirr mereka justru tidak punya kata yang berarti “kiri” atau “kanan” atau “di depan” atau “di belakang.” Mereka memberi arah pada segalanya dengan pertanda utara/barat/timur/selatan. Bila anda mencoba memasang TV layar datar di dinding rumah mereka, mereka tidak akan bilang, “Geser dua inci ke kiri,” mereka akan bilang “Geser dua inci ke timur.”

Mungkin menurut anda, secara praktis, hal ini akan sangat mengganggu. Namun dengan kompas alami ini mereka memiliki naluri arah yang luar biasa, dan itu karena bahasa mereka. Karena mereka bicara dalam arah geosentrik, mereka juga berpikir secara geosentrik. Mereka dapat bertualang ke kota-kota tanpa tersesat, jauh lebih baik dari anda, walaupun mereka belum pernah masuk ke dalam angkot.

Sumber

Cracked Science. Languages Makes you Worse at Following Driving Directions than Aboriginal Tribesman.

Referensi lanjut

Discover Magazine. New Nicaraguan sign language shows how language affects thought. 22 Juni 2010

Guy Deutscher. 26 Agustus 2010. Does Your Language Shape How You Think?The New York Times

Jennie E. Pyersa,. Anna Shustermanc, Ann Senghasd, Elizabeth S. Spelkee,. Karen Emmoreyf. Evidence from an emerging sign language reveals that language supports spatial cognition. PNAS July 6, 2010 vol. 107 no. 27 12116-12120

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.