Diposting Minggu, 8 Mei 2011 jam 6:02 pm oleh Evy Siscawati

Bagaimana seharusnya Bumi merespon jika Alien bilang Halo?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 8 Mei 2011 -


 

Sebagai direktur Komposisi Pesan Antarbintang di Lembaga SETI, psikolog Douglas Vakoch telah berpikir lama dalam masalah ini.

“Tantangannya adalah membangun pesan antar bintang yang mencoba mengantisipasi apa yang umum dimiliki bersama oleh anda dan penerima,” kata Vakoch. “Satu hal yang dapat kita jamin adalah mereka pasti bukan penutur bahasa Inggris atau Swahili atau Mandarin.”

Dan masalah yang sama berlaku pada segala pesan yang mungkin datang ke Bumi.

“Sangat masuk akal untuk memikirkan kalau kita akan tahu adanya mahluk luar bumi disana, kalau kita akan memperoleh pesan yang jelas buatan, namun kita tidak mampu memecahkannya,” kata Vakoch.

Jadi memilih sebuah bahasa dan alat berkomunikasi sama sulitnya dengan menemukan apa yang ingin anda bicarakan. Sebuah bahasa berbasis matematika dan prinsip ilmiah adalah gagasan yang bagus, kata Vakoch, namun itu berasumsi kalau alien yang cukup maju sehingga mampu mengirim atau menerima pesan melintasi antariksa, maka mereka akan mengetahui sejumlah fakta ilmiah.

Manusia sudah berpengalaman beberapa kali mengirim pesan yang khusus dirancang untuk alien. Salah satu yang paling terkenal adalah koleksi suara dan gambar yang tersimpan dalam pesawat Voyager 1 dan 2 sebelum mereka diluncurkan tahun 1977 ke arah yang membawa mereka ke luar tata surya.

“saya rasa deskripsi mengenai kita yang terkaya yang telah dikirim ke antariksa adalah rekaman antarbintang Voyager,” kata Vakoch. “Ia memuat ucapan salam dari 55 bahasa dan lebih dari seratus gambar yang menjelaskan kehidupan di Bumi.”

Isi rekaman ini dipilih oleh sebuah komite yang diketuai astronom Universitas Cornell, Carl Sagan. Ia memuat rekaman suara alami seperti petir dan nyanyian burung, serta musik dari berbagai budaya di dunia. Namun Vakoch mengatakan kalau pesan ini sangat simbolis, karena sebagian besar ilmuan mengakui kalau kemungkinan spesies lain memotong pesawat ini sangat kecil karena mereka bahkan belum bergerak ke luar batas terluar tata surya sejauh 33 tahun di luar angkasa.

Walau begitu, bahkan bila kartu pos kita ke alien tidak pernah diterima, tindakan merancangnya merupakan latihan yang berguna.

“Mari menyingkir sebentar dari keseharian kita, dan pikirkan apa yang akan kita katakan bila kata-kata kita akan bertahan selama seribu tahun,” kata Vakoch.

Aspek menarik dari rekaman ini, ia tunjukkan, adalah ia menekankan sisi positif kehidupan di Bumi, dan mengabaikan realitas yang lebih kacau seperti perang dan degradasi lingkungan.

“Ia benar-benar menyorot kecenderungan alamiah kita dalam membuat kontak dengan melangkahkan kaki terbaik kita ke depan,” kata beliau. “Itu cara yang alami untuk bertemu orang asing. Anda tidak menceritakan semua masalah anda dalam kencan pertama.”

Walaupun ini adalah kecenderungan yang dipahami, ia mengatakan kalau mahluk cerdas luar bumi yang maju mungkin lebih tertarik mendengarkan masalah yang dihadapi manusia dalam hidup sehari-harinya.

“Kita punya banyak masalah sebagai spesies yang harus kita perjuangkan,” kata Vakoch. “Kita tidak yakin apakah kita akan bertahan hidup sebagai sebuah spesies di planet kita sendiri. Saya rasa pesan yang lebih informatif sesungguhnya berbicara tentang sebagian tantangan yang kita hadapi karena saya rasa itu salah satu karakteristik penentu peradaban kita.”

Dalam proyek terbaru bernama “Earth Speaks,” Lembaga SETI mengumpulkan saran dari masyarakat mengenai apa yang harus dikatakan dalam komunikasi dengan alien.

“Salah satu pesan paling umum yang diajukan dalam Earth Speaks adalah semata ‘Tolong,’” kata Vakoch.

Atau mungkin orang tidak perlu menyusun pesan sama sekali. Ilmuan SETI lainnya, astronom Seth Shostak, mengajukan kalau kita sudah mengirimkan segalanya di server Google ke alien.

“Bukannya mencoba memikirkan apa yang mendasar, cukup kirimi mereka banyak sekali data dan biarkan mereka memilah dan menemukan polanya,” kata Vakoch.

Vakoch membahas sebagian isu disekitar komposisi pesan antar bintang dalam makalah-makalahnya di jurnal Acta Astronautica.

Sumber :

Clara Moskowitz, 1 April 2010. How Should Earth Respond When Aliens Say Hello? Astrobiology Magazine

Referensi lanjut:

Douglas Vakoch, “The Dialogic Model,” Acta Astronautica, Vol. 42 (1998), 705–710

Vakoch, D. A. (2000). Roman Catholic views of extraterrestrial intelligence: Anticipating the future by examining the past. In A. Tough (Ed.), When SETI succeeds: The impact of high-information contact (pp. 165-174). Bellevue, WA: Foundation For the Future.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.