Diposting Minggu, 8 Mei 2011 jam 5:42 pm oleh Evy Siscawati

Analisa Tulisan Tangan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 8 Mei 2011 -


 

Grafologi dihubung-hubungkan dengan ajaran dari Freud dan Jung yang mengatakan kalau ketidaksadaran manusia dapat terproyeksi ke dalam berbagai hal. Mulailah orang mencocologi banyak hal yang misterius dari pikiran manusia sebagai produk alam bawah sadar ini. Begitu juga tulisan tangan. Akarnya dari keyakinan kalau tulisan tangan manusia merupakan proyeksi dari kepribadian seseorang. Lumayan masuk akal, tulisan yang kita buat merupakan hasil koordinasi gerak motorik dan syaraf-syaraf di otak, baik pengendali motorik maupun pikiran. Jadi mungkin saja, alam bawah sadar itu ikut serta dalam sinyal-sinyal syaraf di otak dan tertuang ke kertas.

Nama kerennya grafologi. Ia sudah kontroversial selama lebih dari satu abad. Walaupun pendukungnya menunjukkan bukti anekdotal dari ribuan kesaksian positif sebagai alasan untuk menggunakan untuk evaluasi kepribadian, sebagian besar studi empiris gagal menunjukkan keabsahan yang diklaim oleh para pendukungnya.

Di Perancis, berbagai perusahaan menggunakan aneka “ologi” untuk proses rekruitmennya, mulai dari astrologi (horoskop) hingga numerologi. Daniel Jouve, seorang konsultan rekruitmen di Paris, mengatakan kalau ia mengetahui sebuah perusahaan yang menambahkan angka plat mobil pelamar kerja dan memilih mereka yang memiliki “angka ajaib.” Dan dari sekian banyak ologi yang dipakai perusahaan, yang terbanyak digunakan adalah grafologi ini.

Dalam grafologi, keyakinan inilah yang berkembang:

1.       Orang sensitif dan berbakat seni, tulisan huruf U dan W membulat ke bawah.

2.       Orang kurang ambisius, garis horisontal di huruf T memotong garis vertikal di tengah atau agak ke atas.

3.       Orang yang sia-sia dan tidak berguna membuat lingkaran di ujung atas huruf C.

4.       Orang yang menyembunyikan sesuatu menulis huruf A dan O dengan sangat rapat.

5.       Orang yang punya catatan kriminal menulis huruf dengan banyak lingkaran dan tidak pernah lurus (contohnya huruf y dengan ujung bawah dibulatkan)

6.       Orang yang sangat menderita secara batiniah menghubungkan huruf-huruf yang seharusnya tidak berhubungan karena tarikannya jatuh ke bawah.

7.       Orang yang kekanak-kanakan tulisannya sedikit tidak beraturan.

Demikian sekilas analisa grafologi. Grafolog menghubung-hubungkan karakter dengan kemiringan huruf, ukuran huruf, kelengkungan, kebulatan, dan bahkan tampilan non grafis seperti tekanan tulisan naik dan turun. Dalam sebagian besar sistem, kemiringan huruf sangat penting. Miring ke kanan katanya ekstrovert (suka bergaul) sementara miring ke kiri katanya introvert (suka menyendiri). Bentuk huruf “t” terlihat penting dalam semua sistem. Buku paket grafolog karya M.N. Bunker mengandung kamus tanda khusus dan korelasinya dengan kepribadian, seperti “kebanggaan: huruf d batangnya tinggi, huruf t batangnya tidak vertikal.” Sistem lain dari Billie Pesin Rosen mendefinisikan 16 faktor, termasuk faktor grafis seperti kemiringan, spasi dan ukuran huruf, serta tampilan global seperti irama dan tempo. Sheila Kurtz menggunakan tampilan tulisan tangan seperti kemiringan, tekanan dan pembentukan t untuk menciptakan berkas grafo subjek, yang katanya dapat mengungkapkan pola pikirnya, orientasinya pada tujuan, rasa takut, pertahanan diri, integritas dan skill sosial. Grafolog memilih contoh tulisan tangan yang spontan dimana penulisnya tidak sadar kalau tulisannya akan dianalisa (itu mengapa anda kadang kalau melamar kerja diminta menulis dengan tulisan tangan). Mereka memilih teks dengan panjang tertentu, ditulis dengan alat yang sensitif tekanan dan kecepatan. Grafolog ingin sebuah teks dengan bahan biografis jika mungkin, dan mereka ingin tahu usia dan jenis kelamin penulisnya. Hasil analisa adalah deskripsi kepribadian penulis tersebut.

Sejarah ringkas grafologi menunjukkan kalau disiplin ini tidak didirikan oleh mereka yang menggunakan metode ilmiah untuk menentukan korelasi antara aspek-aspek tulisan tangan dan kepribadian. Mazhab sifat berawal dari Perancis pertengahan 1800an, mengklaim  mampu mengenali kepribadian dengan atribut individual tulisan tangan (misalnya kemiringan, kelebaran tulisan, dsb). Praktisi mazhab ini tidak menawarkan dukungan atas klaim mereka, mereka semata memasangkannya begitu saja.

Topangan yang diambil grafologi berasal dari prinsip kuno kalau sesuatu yang mirip pasti berkorelasi, dan telah lama dipakai dalam astrologi (“Tahun dimana Planet Mars muncul adalah tahun penuh kekerasan dan peperangan karena Mars berwarna merah, seperti darah”). Begitu juga, grafologi, orang yang membuat tulisan cenderung menghadap ke depan adalah orang yang optimis, yaitu orang yang berpandangan ke depan.  Anda bisa melihat kacaunya penalaran ini jika mencoba mencocologikan dengan hal lain. Ambil contoh, buku ini covernya jelek, berarti pengarangnya berwajah jelek. Tidak ada hubungannya kan?

Mazhab Gestalt (bukan mazhab Gestalt dalam psikologi akademik) lahir di Jerman tahun 1910 sebagai respon pada mazhab sebelumnya. Kita menduga kalau oposisi ini akan didirikan pada apresiasi terhadap metode statistik baru untuk menguji korelasi, seperti yang dikenalkan Galton dan Pearson di Inggris, namun ternyata tidak demikian. Justru mazhab Gestalt mempertahankan keyakinan yang lebih kabur lagi. Mereka percaya kalau penafsiran grafologis harus dibuat berdasarkan tulisan tangan secara keseluruhan, sehingga memberi ruang bagi intuisi.

Mengapa tidak menggabungkan keduanya? Dan Bunker, tahun 1929, mendirikan mazhab Graphoanalysis. Kembali, gerakan ini semata memperluas kesempatan untuk analis tulisan tangan mengatakan apapun yang terdengar masuk akal.

Kesimpulan

Analisa tulisan tangan hanyalah pseudosains. Banyak bukti ilmiah yang menunjukkan tidak adanya korelasi antara tulisan tangan dan kepribadian. Sementara itu, tidak ada usaha sama sekali bagi para pendukung analisa tulisan tangan untuk menggunakan teknik statistik yang lebih baik, seperti Spearman dan Thurstone, yang teknik analisa faktor dan korelasinya dipergunakan sekarang oleh semua ilmuan ortodoks dalam bidang psikologi diferensial (studi variasi individu dalam bakat dan kepribadian).

Sangat tidak etis untuk menggunakan prosedur yang telah gagal berulang kali dalam uji ilmiah pada validitasnya, terutama untuk mengambil keputusan penting yang dapat menghasilkan kerugian yang tidak adil bagi orang lain. Penggunaannya dalam penerimaan pelamar pekerjaan harusnya dihentikan dan pelamar kerja dinilai dari kemampuannya, bukan dari tulisan tangannya.

 

 

 

Referensi

1.    Barry Beyerstein. Paper Personality.  Ask the Scientists. Scientific American Frontiers.

2.       Barry James. August 3, 1993. Graphology Is Serious Business in France : You Are What You Write? NY Times.

3.      British Columbia Civil Liberties Association. 1988. The use of graphology as a tool for employee hiring and evaluation

4.       Duffy, Jonathan; Giles Wilson (2005-02-01). “Writing wrongs”. BBC News Magazine

5. Fitri. 18 November 2006. TERAPI TULISAN TANGAN (GRAPHO-THERAPY)

6. John A. Thomas. 2002 Graphology Fact Sheet. North Texas Skeptics.

7.      Kanti, 12 Desember 2008. Makna dibalik Tulisan Tangan.

8.       Melita Tarisa. Berkenalan dengan Analisa Tulisan Tangan.

9.       Wikipedia. Graphology.

Referensi lanjut

1.      Bunker, M. N. (1970). The Science and Art of Reading Character by Grapho Analysis. Nelson-Hall Co.

2.      Driver, Russel H.; M. Ronald Buckley and Dwight D. Frink (April 1996), “Should We Write Off Graphology?”, International Journal of Selection and Assessment 4 (2): 78–86.

3.      Furnham, Adrian; Barrie Gunter (1987), “Graphology and Personality: Another Failure to Validate Graphological Analysis.”, Personality and Individual Differences 8 (3): 433–435.

4.      KLIMOSKY, Richard & Anat RAFAELI (1983): “Inferring Personal Qualities Through Handwriting Analysis”, Journal of Occupational Psychology, Vol. 56, pp. 191-202.

5.      Kurtz, Sheila and Lester, Marilyn (1983). Graphotypes. Crown Publishers.

6.       Rosen, Billie Pesin (1965). The Science of Handwriting Analysis. Crown Publishers, 1965.

Referensi ilmiah yang Menunjukkan Grafologi tidak berguna

1.      Bayne, R., & O’Neill, F. (1988), “Handwriting and personality: A test of some expert graphologists’ judgments”, Guidance and Assessment Review (4): 1–3.

2.      Ben-Shakar, G., Bar-Hillel, M., Blum, Y., Ben-Abba, E., & Flug, A. (1986), “missingtitle”, Journal of Applied Psychology 71: 645–653

3.      Beyerstein, Barry L; Beyerstein, Dale F (1992), The Write Stuff: Evaluation of Graphology – The Study of handwriting Analysis (1st ed.), Buffalo, NY: Prometheus Books

4.      Crumbaugh, James C & Stockholm, Emilie (April 1977), “Validation of Graphoanalysis by “Global” or “Holistic” Method”, Perceptual and Motor Skills 44 (2): 403–410

5.      Fluckiger, Fritz A, Tripp, Clarence A & Weinberg, George H (1961), “A Review of Experimental Research in Graphology: 1933 – 1960″, Perceptual and Motor Skills 12: 67–90

6.      Furnham, Adrian; Barrie Gunter (1987), “Graphology and Personality: Another Failure to Validate Graphological Analysis.”, Personality and Individual Differences 8 (3): 433–435

7.      Informal covariation assessment: Data-based versus theory-based judgments. In D. Kahneman, P. Slovic, & A. Tversky (Eds.), Judgment under uncertainty: Heuristics and biases, Cambridge, England: Cambridge University Press, 1982, pp. 211–238

8.      Lockowandte, Oskar (1976), “Lockowandte, Oskar Present status of the investigation of handwriting psychology as a diagnostic method”, Catalog of Selected Documents in Psychology (6): 4–5.

9.      Neter, E., & Ben-Shakhar, G. (1989), “The predictive validity of graphological influences: A meta-analytic approach”, Personality and Individual Differences 10 (10): 737–745

10.  Nevo, B Scientific Aspects Of Graphology: A Handbook Springfield, IL: Thomas: 1986

11.  Roy N. King and Derek J. Koehler (2000), “Illusory Correlations in Graphological Inference”, Journal of Experimental Psychology: Applied 6 (4): 336–348

12.  Ware, J E; Williams, R G (February 1975), “The Dr. Fox effect: a study of lecturer effectiveness and ratings of instruction”, Journal Medical Education 50 (2): 149–156

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.