Diposting Jumat, 6 Mei 2011 jam 4:52 pm oleh Evy Siscawati

Bahasa Menyimpangkan Persepsi kita terhadap Benda

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 6 Mei 2011 -


 

Masalah yang dihadapi bahasa bergender gramatikal adalah bahkan benda tak hiduppun harus memiliki gender. Dan gender yang ada bersifat manasuka. Dalam bahasa Spanyol, kata untuk jembatan bersifat maskulin. Dalam bahasa Jerman, jembatan diberi gender feminin. Orang Spanyol dan Jerman tahu kalau tidak masuk akal kalau jembatan itu memiliki gender, tapi kesepakatan bahasa memaksanya.

Eksperimen menunjukkan kalau bahasa berdampak naluriah dalam wujud memberikan kata sifat berbasis gender pada benda tak hidup. Ketika ilmuan menunjukkan gambar jembatan pada penutur Jerman dan meminta mereka memberikan kata sifat yang sesuai, orang Jerman memilih kata sifat yang cenderung feminin, seperti “jembatan itu seksi, jembatan itu ramping, jembatan itu cantik, jembatan itu anggun, jembatan itu mulus, dsb.” Ketika orang Spanyol yang diminta, mereka mengatakan “jembatan itu kokoh, jembatan itu tegar, jembatan itu keras, jembatan itu kuat, jembatan itu perkasa,” dsb. Padahal, potret jembatan yang diberikan itu sama.

Bahasa Perancis memberikan gender feminin pada perangkat rumah tangga dengan menyebutnya “fourchette” sementara bahasa Spanyol memberikan gender maskulin dengan menyebutnya “el tenedor.” Dalam eksperimen berbeda, para ilmuan meletakkan sebuah garpu di atas meja dan meminta subjek berbahasa Perancis dan Spanyol membayangkan kalau garpu tersebut bisa berbicara. Seperti telah diduga, orang Perancis membayangkan garpu tersebut berbicara dengan suara perempuan, sementara orang Spanyol membayangkannya berbicara dengan suara laki-laki. Padahal garpunya sama.

Sumber

Cracked Science. Language Warps How We View Objects.

Referensi lanjut

GUY DEUTSCHER. August 26, 2010. Does Your Language Shape How You Think? New York Times

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.