Diposting Kamis, 5 Mei 2011 jam 12:46 pm oleh Evy Siscawati

Spinstar : Bintang Pertama di Alam Semesta?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 5 Mei 2011 -


“Kami rasa bintang masif generasi pertama berputar sangat cepat, itu mengapa kami memberinya nama spinstar,” kata Chiappini. Temuan mereka diterbitkan dalam jurnal Nature tanggal 28 April 2011.

Bintang-bintang masif hidup dengan cepat dan ganas, dan karenanya bintang masif generasi pertama di alam semesta pastilah telah mati. Walau begitu, jejak kimiawinya, seperti sidik jari, masih dapat ditemukan saat ini di bintang tertua galaksi kita. Catatan fosil ini menjadi saksi sifat bintang generasi pertama yang memenuhi alam semesta kita. “Seperti jika kita ingin mengungkapkan karakter seorang koki dari cita rasa makanannya,” kata Prof. Georges Meynet, dari Universitas Jenewa.

Bagaimana sifat bintang pertama ini? Apakah mereka berbeda dari bintang yang kita saksikan sekarang? Segera setelah big bang, komposisi alam semesta jauh lebih sederhana daripada sekarang karena ia hanya tersusun dari hidrogen dan helium. Pengayaan kimia alam semesta dengan unsur lainnya harus menunggu 300 juta tahun lagi hingga pesta kembang api kematian bintang masif generasi pertama, mengotori gas purba dengan unsur kimia baru, yang kemudian ditelan oleh bintang generasi selanjutnya.

Dengan memakai data dari Very Large Telescope (VLT) milik ESO, para astronom menganalisa kembali spektra dari sekelompok bintang yang sangat tua di gembungan galaktik. Bintang-bintang ini begitu tuanya sehingga hanya bintang sangat masif yang bermassa lebih dari 10 kali matahari kita dan berumur pendek telah punya waktu untuk mati dan mengotori gas dimana catatan fosil ini terbentuk. Seperti telah diduga, komposisi kimia bintang yang teramati menunjukkan unsur-unsur khas pengayaan bintang masif. Walau begitu, analisa baru ini juga mengungkapkan kalau unsur tersebut biasanya seharusnya diproduksi oleh bintang bermassa kecil. Bintang masif harus berputar cepat agar dapat memproduksi unsur seperti ini.

“Skenario alternatif tidak dapat dibuang – namun – kami menunjukkan kalau jika bintang masif generasi pertama adalah spinstar, hal ini akan memberikan penjelasan sangat elegan untuk teka-teki sekarang!,” kata Cristina Chiappini. Anggota tim Urs Frischknecht, seorang mahasiswa PhD dari Universitas Basel, sudah mengerjakan perluasan simulasi bintang untuk menguji skenario ini lebih lanjut.

Pengaruh adanya spinstar dalam generasi awal alam semesta berlipat ganda. Rotasi cepatnya juga mempengaruhi sifat lain bintang ini, seperti warnanya, usianya dan kecemerlangannya. Spinstar akan memiliki pengaruh besar dalam sifat dan kemunculan galaksi pertama di alam semesta. Keberadaan spinstar juga didukung oleh simulasi hidrodinamika terbaru pembentukan bintang pertama di alam semesta oleh tim peneliti independen lain yaitu Stacy et al (2011).

Sumber berita

Leibniz-Institut für Astrophysik Potsdam (AIP)

Referensi jurnal:

Cristina Chiappini, Urs Frischknecht, Georges Meynet, Raphael Hirschi, Beatriz Barbuy, Marco Pignatari, Thibaut Decressin, André Maeder. Imprints of fast-rotating massive stars in the Galactic Bulge. Nature, 2011; 472 (7344): 454 DOI: 10.1038/nature10000

Stacy et al, 2011, Rotation speed of the first stars. MNRAS 413,1, 543

?

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.