Diposting Kamis, 5 Mei 2011 jam 12:44 pm oleh Evy Siscawati

Bekam

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 5 Mei 2011 -


Bekam merupakan praktek pengobatan kuno China dimana sebuah mangkok ditungkupkan ke kulit dan tekanan dalam mangkok di kurangi (dengan mengubah suhu atau menyedot udara), sehingga kulit dan lapisan otot dibawahnya tertarik dan tertahan oleh mangkok. Dalam beberapa kasus, mangkok dapat dipindahkan ketika penyedotan kulit aktif, menyebabkan penarikan kulit dan otot regional (teknik ini disebut bekam layang).

Mangkok dapat digantikan dengan gelas, tabung, mangkok kayu dan digunakan untuk merawat berbagai masalah kesehatan seperti seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Diklaim bahwa penghisapan menyebabkan drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) yang diikuti toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer. Akibatnya sirkulasi energi Qi dan Xue meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Perlu diperhatikan kalau energi Qi dan Xue disini adalah istilah pseudosains, walau begitu hal ini hanya bermakna kalau penjelasannya salah, bukan berarti ia tidak efektif.

Mekanismenya tampaknya bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, terapis lanjutkan prosesnya dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan. Penelitian Ahmadi dkk (2008) menguji efektivitas teknik bekam basah pada sakit kepala. Penelitian ini menunjukkan kalau 66 persen penderita berkurang keparahannnya dari 70 pasien sakit kepala berkala.

Walau bekam diklaim menyembuhkan banyak penyakit seperti Kanker, secara medis hanya penyakit-penyakit berikut yang terbukti mampu disembuhkannya :

  1. Sakit kepala (Jiashu, 1989)
  2. Punggung beku (Huadong, 1988)
  3. Neuralgia trigeminal akut (Zhilong, 1997)
  4. Jerawat (Decheng et al, 1993)
  5. Urticaria (Huaiping, 1993)
  6. Sakit kepala dan demam akut, konjungtivis akut, lumbar sprain (Ying, 1997)

Penyakit lainnya berdasarkan pada bukti anekdotal (kesaksian) sehingga efektivitasnya tidak diketahui. Sebagai contoh, tetangga Evy katanya bisa bicara setelah dibekam, padahal sebelumnya stroke. Walau begitu, bisa jadi beliau adalah kasus khusus. Mungkin hanya ada 9 orang yang sembuh dari 100 penderita stroke yang berobat lewat berbekam. Bila seperti ini, efektivitasnya hanya 9 persen, itupun jika faktor-faktor lainnya tidak turut campur, seperti memang sudah sehat, diberi perawatan medis lain secara tak sadar, efek plasebo, dsb. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan.

Referensi

  1. “ACS :: Cupping”. 2007-05-23.
  2. Ahmadi, dkk. 2008. The efficacy of wet-cupping in the treatment of tension and migraine headache. Am J Chin Med. 2008;36(1):37-44.
  3. Dharmananda, S. 1999. Cupping. Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon
  4. Kaskus. Apa itu Bekam?
  5. Wikipedia. Bekam
  6. Wikipedia. Fire Cupping.

Referensi lanjut populer

  1. Yarobbi.comQI / ENERGI VITAL
  2. Tanya Jawab Hijamah (Bekam) Bersama dr.Abu Hana

Referensi lanjut ilmiah

  1. Ahmadi, dkk. 2008. The efficacy of wet-cupping in the treatment of tension and migraine headache. Am J Chin Med. 2008;36(1):37-44.
  2. Chen Decheng, Jiang Nawei, and Cong Xin, 47 cases of acne treated by prick-bloodletting plus cupping, Journal of Traditional Chinese Medicine 1993; 13(3): 185–186.
  3. Ju Huadong, 30 cases of frozen shoulder treated by needling and cupping, International Journal of Clinical Acupuncture 1998; 9(3): 327–328.
  4. Wang Huaiping, Treatment of urticaria with cupping, Journal of Traditional Chinese Medicine 1993; 13(2): 105.
  5. Wu Jiashu, Observation of analgesic effect of acupuncturing dazhui point, Journal of Traditional Chinese Medicine 1989; 9(4): 240–242.
  6. Yin Ying, Blood-letting at a single point for treatment of acute diseases, Journal of Traditional Chinese Medicine 1997; 17(3): 214–216.
  7. Zhang Zhilong, Observation on therapeutic effects of blood-letting puncture with cupping in acute trigeminal neuralgia, Journal of Traditional Chinese Medicine 1997; 17(4): 272–274.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.