Diposting Selasa, 3 Mei 2011 jam 1:22 pm oleh Evy Siscawati

Kerokan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 3 Mei 2011 -


 

Berbeda dengan istilahnya, masuk angin sebenarnya bukan angin yang masuk ke tubuh, tetapi pembuluh darah di kulit menyempit. Penyempitan ini dapat disebabkan terpaparnya kulit pada udara atau angin dingin sehingga kulit bereaksi dengan mempersempit pembuluh darah. Jadi bukan angin yang masuk, tapi pembuluh darah kedinginan. Penyebab lain yang umum dari penyempitan ini adalah kurang gerak. Dinding pembuluh darah menjadi kurang keluwesan.

Dengan menyempitnya pembuluh darah, otot menjadi kekurangan pasokan oksigen sehingga mengalami nyeri otot (mialga) atau pegal-pegal. Mekanisme kekebalan tubuh juga menurun akibat penyempitan pembuluh darah kulit sehingga rentan serangan virus.

Kerokan berfungsi memperlebar pembuluh darah kulit, terutama daerah punggung yang pembuluh darah kulitnya paling panjang dan menyebar ke mana-mana. Ketika dikerok, muka pembuluh darah kapiler di permukaan kulit pecah dan memaksa pembuluh darah di sekujurnya melebar. Pelebaran yang ditandai pembesaran diameter vaskuler ini juga disertai dengan migrasi sel darah putih, agen kekebalan tubuh yang tertipu karena mengira tubuh luka. Sel darah fungsi berfungsi menyerang virus dan bakteri yang mungkin ada sehingga bila memang ada di sepanjang jalan, para penyerang ini dapat dibasmi.

Pecahnya wajah pembuluh darah di permukaan kulit selain melebarkan bagian bawah pembuluh juga memaparkan bagian terdalam lapisan pembuluhnya (jaringan endotel) pada tekanan kerokan. Tubuh bereaksi dengan mengeluarkan propiomelanokortin (POMC). Polipeptida ini dipecah oleh tubuh dan menghasilkan perubahan para mediator pendarahan seperti beta endorfin, PGE2, C3, IL-1 beta dan Clq. IL-1 beta, Clq dan Beta endorfin meningkat sementara C3 dan PGE2 menurun.

Komponen beta endorfin lah yang membuat tubuh merasa nyaman dan berefek candu. Orang bisa kecanduan kerokan dan ini tidak baik untuk kesehatan. Dampaknya kerokan berkala dapat menjadikan kulit iritasi dan pembuluh darah halus mudah pecah.

Menurunnya komponen PGE2 menaikkan kepekaan nosiseptor sentra sensitisasi. Meningkatnya kepekaan ini menyebabkan rasa nyeri saat dikerok. Di sisi lain, peningkatan IL-1 beta dan Clq disertai penurunan C3 bersama-sama memunculkan rasa segar, nyaman dan eforia.

Kerokan juga memicu reaksi kardiovaskuler. Suhu tubuh naik sedikit sekitar 0,5 hingga 2 derajat Celsius.

Referensi

BUNYU ONLINE – Kalimantan Timur. Minggu, 17 Januari 2010. Tinjauan medis tentang kerokan

Antozz. Juli 31, 2008. Kerokan dalam pandangan medis

Referensi lanjut :

Didik Tamtomo. 2011. Kajian Biologi Molekuler Pengobatan Tradisional Kerokan pada Penanggulangan Mialgia. Disertasi. UNS.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.