Tinja Bakteri E. coli bisa dijadikan Energi Alternatif
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 1 Mei 2011 - Pernah makan makanan cepat saji atau makanan murah lalu semaleman nyengir karena diare dan muntaber? Mungkin anda sedang berhadapan dengan Escherichia coli, atau bakteri E. coli.
E. coli ditemukan oleh seorang paediatrik dan bakteriolog Jerman, Theodor Escherich tahun 1885, dan sekarang digolongkan sebagai bagian famili Enterobacteraceae dari proteobacteria gamma.
Hidrogen
Hidrogen yang terbarukan, bersih dan efisien adalah kunci teknologi sel bahan bakar, yang memiliki potensi mentenagai segalanya dari elektronika genggam hingga mobil dan bahkan keseluruhan pembangkit listrik. Sekarang, sebagian besar hidrogen yang dihasilkan secara global diciptakan oleh proses yang disebut pemecahan air dimana hidrogen dipisahkan dari oksigen. Namun proses ini mahal dan memerlukan sejumlah besar energi – salah satu alasan utama mengapa teknologi ini tidak menarik minat.
Dengan memodifikasi secara genetik bakteri E. coli, Thomas Wood, profesor di Jurusan Teknik Kimia Universitas Texas berhasil menciptakan E. coli yang mampu menghasilkan hidrogen 140 kali lebih banyak daripada proses alaminya. Rekayasa genetika ini diharapkan menggantikan proses pemecahan air di masa depan untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen.
Biodiesel
Di sisi lain, LS9, sebuah perusahaan berbasis di San Carlos, CA, dan didirikan oleh ahli genetika George Church dari Sekolah medis Harvard dan biologiwan tanaman Chris Somerville dari Universitas Stanford, mengatakan kalau mereka sedang mengerjakan “bensin terbarukan.”
Dalam beberapa kasus, para peneliti LS9 menggunakan teknik DNA rekombinan standar untuk memasukkan gen ke dalam E. coli. Dalam kasus lain, mereka mendesain ulang gen yang diketahui dengan komputer dan mensintesisnya. Bakteri yang telah dimodifikasi mampu membuat dan mengekskresikan molekul hidrokarbon yang panjang dan struktur molekulnya sesuai dengan yang diinginkan perusahaan ini.
Glukosa
Dari pada memanfaatkan E. coli, mengapa tidak menjadi E. coli itu sendiri? Para ilmuan dari Universitas Joseph Fourier mengetahui potensi yang dimiliki glukosa.
Glukosa ( yang terkandung dalam makanan yang membuatmu muntaber tadi) adalah sumber energi yang paling disenangi dan paling mudah ditemukan oleh E. coli. Enzim untuk memetabolisme glukosa dibuat secara terus menerus oleh E. coli.
Para ilmuan Joseph Fourier berhasil menciptakan sel bahan bakar glukosa yang dapat digunakan untuk mentenagai alat picu darah. Sel bahan bakar glukosa ini berpotensi untuk digunakan sebagai pompa insulin dan ditanami dengan sensor-sensor medis yang dapat menyala bertahun-tahun. Perkembangan organ buatan juga telah menjadi topik panas dalam bioteknologi. Ada beberapa potensi yang dapat diberikan alat glukosa ini untuk diintegrasikan dalam organ buatan ini. Ada tak terhitung kemungkinan pada titik ini – namun teknologinya masih sangat muda dan mungkin perlu bertahun-tahun sebelum penerapan praktis atau komersial.
Referensi
Cracked Science. 6 Ways Nature Cleans Up Our Messes Better Than We Do | Cracked.com
PH School. Energy Source Preferences of E. coli
Ricketts, C. 18 Mei 2010. Glucose Biofuel Cell could Revolutionize Medical Technology. Venturebeat.
Savage, N. 1 Agustus 2007. Making Gasoline from Bacteria. Technology Review.
Texas A&M University (2008, January 31). E. Coli Bacteria: A Future Source Of Energy?. ScienceDaily. Retrieved April 17, 2011, from http://www.sciencedaily.com /releases/2008/01/080129170709.htm
Wikipedia. Escherichia coli
Referensi lanjut
1. Feng P, Weagant S, Grant, M (2002-09-01). “Enumeration of Escherichia coli and the Coliform Bacteria”. Bacteriological Analytical Manual (8th ed.). FDA/Center for Food Safety & Applied Nutrition. http://www.cfsan.fda.gov/~ebam/bam-4.html. Retrieved 2007-01-25.
2. NCBI.“Escherichia“. Taxonomy Browser.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah


